LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rindu ibu, empat eks-napi anak main teater \'Maha Ibu\'

Rindu tentang sosok seorang ibu, empat mantan napi anak melampiaskannya dalam pentas teater di Taman Budaya Cak Durasim.

2012-04-04 09:04:00
peristiwa
Advertisement

Rindu tentang sosok seorang ibu, empat mantan narapidana (napi) anak melampiaskannya dalam pentas teater di Taman Budaya Cak Durasim, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (4/4) malam.

Lakon 'Maha Ibu' yang dipentaskan mantan napi anak Penjara Jombang dan Kediri itu, diperankan dengan apik oleh Eko Pamuji (18), Ferdi Krisdiantoro (18), mantan eks tahanan LP Jombang kasus 363 (pencurian), Wahyu Santoso (21) dan Mustofa (20), yang keduanya eks tahanan LP Kediri karena kasus pelecehan seksual.

Menurut Zainuri, Sutradara Pentas 'Maha Ibu' itu, pentas teater yang digelarnya tersebut, merupakan kondisi real keempat tokoh dalam pementasan tersebut selama berada di tahanan. "Ini adalah wujud nyata dari kondisi para pemain. Karena selama mendekam di tahanan mereka selalu teringat ibu mereka masing," terang dia.

Wahyu sendiri, di sela-sela acara gladi bersih mengatakan, kalau permainan panggung yang diperankan itu, murni seperti apa yang dialaminya bersama tiga temannya. "Sungguh setiap malam selama di Lapas kami selalu teringat ibu," katanya.

Wahyu ditahan 3,5 tahun atas kasus pencabulan di tahun 2009. Namun, hanya menjalani 2,5 tahun. Dia dinyatakan bebas bersyarat pada pertengahan 2011 lalu.

Aktornya lainnya adalah Mustofa. Sama dengan Wahyu, Mustofa didakwa atas kasus pencabulan. Hanya saja Majelis Hakim menggedok putusan hukuman lama, yaitu 5 tahun penjara. "Padahal aku cuma mencium gadis itu pas mabuk bareng. Selain itu gak aku apa-apakan," katanya lugu

Dua aktor lainnya adalah Eko Pamuji dan Ferdi Krisdiantoro. Keduanya masing-masing menjalani hukuman selama 3,5 bulan atas kasus yang sama, yaitu pencurian bor listrik.

Selanjutnya, keempatnya dipertemukan oleh sang sutradara untuk memainkan pentas teater yang kali pertama digelar di Jombang, dan di Surabaya saat ini, adalah pentas yang kedua mereka.

Mereka mengaku, saat keluar dari tahanan, mereka langsung sungkem ke ibu. Maklum, selama ini mereka adalah anak jalanan. "Jarang sobo omah. Badan kami sampai berbau aspal," tukas Eko sembari berharap jangan sampai masuk penjara lagi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Ubaya Prof Dr Yusti Probowati yang mengetuai proyek pementasan teater bagi eks- napi anak ini mengatakan, pentas teater tersebut merupakan salah satu bentuk terapi, karena mereka rata-rata kesulitan beradaptasi dengan lingkungannya selepas dari Lapas.

Karenanya Yusti bersama pakar psikologi membentuk "Shelter Rumah Hati" untuk memberi terapi memecahkan problematika para mantan napi anak ini, salah satunya dilakukan dengan cara bermain teater.

"Sebab rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya keterampilan sebagai bekal bekerja dan kurangnya dukungan sosial, ditambah dengan buruknya stigma masyarakat mengakibatkan anak-anak menjadi mudah kembali melakukan perilaku yang tidak sejalan dengan norma masyarakay," jelasnya.

Menurut Yusti, pementasan ini diharapkan dapat meningkatkan harga diri karena pemain yang awalnya merasa menjadi kelompok tersisihkan, tiba-tiba menjadi pusat perhatian. "Ada tujuan pemberdayaan bagi para pemainnya, juga pembelajaran bagi penontonnya," tandasnya.

Sutradara Teater asal Bengkel Muda Surabaya, Zainuri, lantas dipanggil untuk melatih para eks- napi untuk bermain teater. "Untuk teater lakon 'Maha Ibu' ini kami hanya berlatih selama tiga  bulan," ujar Zainuri. Menurutnya, tingkat keliaran para eks- napi anak ini sama dengan seniman. "Sehingga tidak ada bedanya menggarap teater yang aktornya seniman beneran dengan menggarap para eks- napi ini," katanya.

Sebelumnya, teater lakon Maha Ibu dipentaskan di Graha Besut, Jalan Pattimura, Jombang pada 24 Maret lalu. Selanjutnya, untuk pementasan ketiga, rencananya, Kamis (5/4) malam akan digelar di Aula Diknas Ki Hadjar Dewantoro, Jalan Usman Sadar, Gresik.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.