Ridwan Kamil soal marak hoax: Teknologinya kecepatan kitanya telat
Ridwan Kamil soal marak hoax: Teknologinya kecepatan kitanya telat. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui masih banyak informasi kebohongan yang beredar di media sosial maupun situs tertentu. Bahkan, informasi keliru tersebut terkadang 'dimakan' bulat-bulat oleh sebagian orang.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui masih banyak informasi kebohongan yang beredar di media sosial maupun situs tertentu. Bahkan, informasi keliru tersebut terkadang 'dimakan' bulat-bulat oleh sebagian orang.
Ridwan atau akrab disapa Emil ini mengatakan, masih kurangnya daya jelajah masyarakat menunjukkan ilmu dan budaya kita tidak seimbang. Bahkan dia menganggap, teknologi yang kini ada lebih cepat dibandingkan perkembangan pengetahuan.
"Kesiapan ilmu dan budaya kita tidak seimbang dengan teknologi. Teknologinya kecepatan. Kitanya telat. Jadi kita enggak bisa milih informasi," katanya di TIM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/1).
Dia menambahkan, dengan kurangnya pengetahuan membuat seseorang semakin sulit untuk memilah informasi. Sehingga perlu ada pendewasaan dan pengetahuan.
"Coba bayangin ada delapan ribu situs online gimana milahnya. Kuncinya apa? Kedewasaan dan pengetahuan," tutup Emil.
Sebelumnya, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)membuat heboh jagad politik dan sosial setelah menulis tentang keprihatinannya terhadap keadaan negara Indonesia saat dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut SBY, juru fitnah dan penyebar kebohongan tengah berkuasa.
"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*" kicau SBY dalam akun twitternya, Jumat (20/1).
Baca juga:
Setnov soal twit SBY: Serahkan pada hukum yang sedang dievaluasi
Sosialisasi anti hoax dan fitnah di Car Free Day
Wiranto sebut di belahan dunia juga banyak serangan berita hoax
Fadli Zon soal twit SBY: Memang banyak hoax dan fitnah di medsos
Menkominfo: Bukan Mark Zuckerberg yang akan ke Indonesia bahas hoax
Setop sebarkan informasi hoax dan ujaran kebencian!