Ridwan Kamil Siapkan Opsi Relawan dan Tempat Alternatif untuk Penyuntikan Vaksin
"Detil detil itu sedang kita lakukan. Hasilnya ketahuan untuk menyuntik mayoritas warga jawa barat butuh 30 hari kah 3 bulan kah, kita tidak tahu," ia melanjutkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih belum mengetahui sumber daya manusia atau infrastruktur penunjang yang dibutuhkan untuk penyuntikan vaksin Covid-19. Hasil simulasi akan dikaji untuk menentukan kebijakan yang akan diambil.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah menyiapkan opsi melibatkan relawan jika tenaga kesehatan masih kurang. Ini pun berlaku bagi penyediaan tempat yang bisa dimanfaatkan untuk penyuntikan vaksin.
"Kalau jumlah tenaga kesehatan ga cukup kita ambil relawan yang sesuai kriteria. Kalau tempat ga cukup, kita manfaatkan tempat lain seperti gor. Kerumitan ini sedang kita proses, agar masyarakat siap daripada keteteran," kata dia di Depok, Kamis (22/10).
"Detil detil itu sedang kita lakukan. Hasilnya ketahuan untuk menyuntik mayoritas warga jawa barat butuh 30 hari kah 3 bulan kah, kita tidak tahu," ia melanjutkan.
Ridwan Kamil menyebut dalam simulasi penyuntikan, ada satu hal yang pasti. Setiap orang harus menunggu 30 menit usai disuntik untuk melihat reaksi dalam tubuhnya. Setiap orang, dari awal masuk hingga merampungkan penyuntikan vaksin paling cepat butuh waktu 45 menit.
"Karena prosesnya itu bukan 45 menit setiap orang. Setiap lima menit kan orang ngantri. Jatah pribadinya mungkin 45 menit, tapi karena urutannya kita jarak per tiga atau lima menit, jatahnya tentu banyak," jelas dia.
"Berapa (kapasitas puskesmas dalam penyuntikan vaksin) per harinya? Saya belum dapat kabar. Sedang dihitung. Tadi ada perbaikan inputnya kalau bisa online. Saya juga khawatir skala jabar. Kami kan punya kampung, dusun yang tidak semegah ini puskesmasnya. Kabar ini bisa diberikan dalam seminggu ke depan. Kenapa disiapkan jauh jauh hari, maksudnya supaya kita bisa menghitung statistik. Apakah beresnya 30 hari atau 3 bulan, itu yang sedang dicari," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ridwan Kamil melakukan tinjauan simulasi vaksin di Puskesmas Tapos Depok. Simulasi dilakukan untuk mengetahui hal detil pelaksanaan vaksin mulai dari waktu yang diperlukan hingga jumlah SDM yang diperlukan. Disebutkan bahwa dalam simulasi diperlukan wakti selama 45 menit bagi warga yang divaksin.
(mdk/rhm)