Ridwan Kamil setuju aplikasi Tik Tok diblokir, tak banyak faedahnya
Teknologi, jelasnya, jangan sampai menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan. Jika ada teknologi yang membuat waktu kita sia-sia dan menjauhkan dari lingkungan harus ditanggulangi.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku setuju terhadap kebijakan pemerintah menghapus aplikasi Tik Tok. Menurutnya aplikasi itu lebih banyak sisi negatifnya dibanding manfaatnya. Teknologi, jelasnya, jangan sampai menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan. Jika ada teknologi yang membuat waktu kita sia-sia dan menjauhkan dari lingkungan harus ditanggulangi.
"Kalau ada teknologi-teknologi yang membuat kita hidup sia-sia, menghabiskan waktu dalam kesia-siaan atau menjauhkan dari kemanusiaan, tentulah saya sebagai pemimpin juga ingin berupaya menanggulanginya. Jadi saya mendukung Kominfo memblokir aplikasi Tik Tok yang tidak banyak faedahnya itu," ujar Emil di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).
Pemenang Pilgub Jabar berdasarkan quick count ini mengatakan daripada menggunakan aplikasi tak berfaedah seperti Tik Tok, sebaiknya waktu yang terbatas digunakan untuk hal-hal produktif. Media sosial hendaknya digunakan untuk menyebarkan inspirasi.
"Lebih baik energi kita diarahkan ke hal-hal positif seperti mem-posting hal-hal yang produktif, yang inspiratif ketimbang hanya sia-sia, hiburan," tukasnya.
Menurutnya terkadang perkembangan teknologi lebih cepat dari kedewasaan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini bertugas menyiapkan mental masyarakat dan masyarakat harus mempersiapkan diri agar jangan sampai ditelikung perkembangan teknologi.
"Jangan sampai regulasi kalah oleh kecepatan teknologi. Ini menjadi contoh buktinya (Bowo Alpenliebe)," tutupnya.
Baca juga:
Cerita sukses Tik Tok melejit hingga jutaan kali download
2.853 Laporan pengaduan masuk ke Kemkominfo soal Tik Tok
Lewat petisi online, Imron perjuangkan Tik Tok ditutup di Indonesia
Kominfo resmi blokir aplikasi Tik Tok