Ridwan Kamil Potong Gaji Sendiri & ASN Pemprov Jabar untuk Penanganan Corona
"Ini adalah kewajiban kita bersama, tidak ada istilahnya menolak atau tidak menolak. ASN di Jabar ini kan sudah ada peningkatan pendapatan cukup besar sejak Januari 2020 dengan peningkatan tunjangan,” kata dia
Gaji atau tunjangan gubernur, wakil gubernur dan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan dipotong selama empat bulan ke depan. Uang hasil dari kebijakan itu akan dimanfaatkan untuk keperluan penanganan penyebaran virus corona (Covid-19).
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan bahwa upaya pemberantasan virus corona harus dilakukan dengan gerakan bersama. Maka dari itu, tidak ada alasan untuk menolaknya atau keberatan.
"Ini adalah kewajiban kita bersama, tidak ada istilahnya menolak atau tidak menolak. ASN di Jabar ini kan sudah ada peningkatan pendapatan cukup besar sejak Januari 2020 dengan peningkatan tunjangan,” kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (30/3).
Meski demikian, dia menyebut mekanisme dan penghitungan pemotongan akan diatur memakai presentase yang adil dan proporsional. Sehingga, kebijakan ini bisa diterima oleh para ASN dan pejabat.
"Kalau tidak gaji, atau tunjangannya akan kita sumbangkan dengan presentase yang sesuai kemampuan. Kami akan atur seadil mungkin dan proporsional. Mudah-mudahan ini bela negara dari ASN selama 4 bulan kedepan. Jumlahnya tidak bisa disebutkan, tapi intinya dengan asas adil," imbuh Ridwan Kamil.
Ajak Warga Jadi Relawan
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan wewenangnya, khusus bagi yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hanya saja, ia berharap kepala daerah di kabupaten kota di Jabar bisa mengadaptasi dengan mengeluarkan kebijakan serupa.
"Ini di atas kewenangan saya sebagai gubernur hanya di lingkungan Pemprov Jabar. Saya imbau kepada pemerintah kabupaten dan kota melakukan hal yang sama," jelasnya.
Imbauan serupa dialamatkan kepada masyarakat yang memiliki harta lebih agar menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk penanganan pandemi. Tak hanya berbentuk uang, namun kerelawanan bisa pula berbentuk tenaga.
"Kami mengimbau karang taruna, pemuda untuk bergabung menjadi relawan, daftar di pikobar. Nanti akan ada tiga tugas (yang membutuhkan SDM), yakni kampanye physical distancing, verifikasi bantuan yang Rp500 ribu kepada warga Jabar dan menjadi relawan kesehatan di masa yang darurat dalam penanggulangan virus ini," kata dia.
"Persiapan untuk bantuan dana Rp500 ribu sedang dipersiapkan jumlahnya, mudah-mudahan minggu ini selesai menemukan orang kategori miskin baru atau rawan miskin. Bersama dewan sedang difinalisasi nilai total yang akan disiapkan," pungkasnya.
(mdk/ray)