Ridwan Kamil Minta Pengusaha Bantu Vaksinasi di Jabar Agar Target Desember Tercapai
Kesuksesan vaksinasi di Jawa Barat saat ini sudah melompat tiga kali lipat, dari sebelumnya di bulan Maret sampai April jumlahnya 50.000 per hari, sekarang sudah bisa mendekati 150.000 per hari. Tetapi dari jumlah penduduk, 150.000 per hari itu tidak cukup, karena Jawa Barat butuh 500.000 dosis per hari.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berharap pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan agar bisa memberikan vaksin Covid-19 sesuai dengan jumlah dosis yang dibutuhkan. Target vaksinasi di Jawa Barat harus selesai hingga di bulan Desember 2021 nanti dan membutuhkan 15 juta dosis vaksin.
"Selama ini kan pembagian vaksi belum proporsional secara merata, sehingga kami harapkan agar bisa diakomodir,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat peluncuran Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Senin (9/8).
Diakuinya, kesuksesan vaksinasi di Jawa Barat saat ini sudah melompat tiga kali lipat, dari sebelumnya di bulan Maret sampai April jumlahnya 50.000 per hari, sekarang sudah bisa mendekati 150.000 per hari. Tetapi dari jumlah penduduk, 150.000 per hari itu tidak cukup, karena Jawa Barat butuh 500.000 dosis per hari.
“Dari 500.000 dosis per hari itu, hanya bisa kita sanggupi sekitar 60 persen untuk Puskesmas, dan rumah sakit, sisanya sekitar 40 persen lagi harus didukung oleh pihak ketiga supaya terkejar hingga Desember. Disinilah peran pengusaha dan lembaga-lembaga lainnya untuk mengisi 40 persen kekurangan kami dari segi infrastruktur kesehatan,” katanya.
Diakuinya, per hari ini rasio testing Jawa Barat 1 : 6, dan kabupaten/kota yang vaksinasinya rendah jumlah kematian tinggi dan daerah yang vaksinasinya tinggi jumlah kematian rendah.
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan ada 30.000 vaksi untuk warga sektor industri di Karawang agar perekonomian Jawa barat lebih baik. Sehingga perlu perlindungan terhadap sektor industri.
“Strategi Jawa Barat untuk pelaksanaan vaksinasi dengan menyediakan sejumlah mobil agar bisa menjemput masyarakat. Sebab, Jawa Barat tidak semua wilayah perkotaan, ada juga desa yang letaknya di pengunungan. Saya sudah perintahkan bupati dan wali kota agar Puskesmas yang datang ke masyarakat, bukan masyarakat yang datang ke Puskesmas,” tandasnya.
Baca juga:
Dinkes DKI Ajak Ibu Menyusui Vaksinasi Covid-19
Ini Tanggapan Kemenkes Soal Viral Suntik Vaksin Covid Kosong di Pluit
Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan
Dinkes Kota Tangerang Bakal Vaksin 3.000 Ibu Hamil
Pemda DIY Sebut Vaksinasi Siswa SMA/SMK Terkendala Penolakan Orang Tua
Ganjar Soal Kartu Vaksin untuk Pelonggaran Kegiatan: Vaksinasi Kita Belum Tinggi