LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ridwan Kamil Klaim Jawa Barat Paling Siap Konversi Kendaraan Listrik

Ridwan Kamil menerangkan, sejumlah sarana pendukung peralihan tersebut ada di Jawa Barat. Misalnya, pabrik mobil listrik dan baterainya.

2022-09-28 19:34:56
Kendaraan Listrik
Advertisement

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengklaim, Jawa Barat paling siap untuk melakukan konversi transisi kendaraan elektrik. Dia menegaskan, pihaknya akan menjalankan amanah Presiden Joko Widodo untuk menggunakan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan.

Amanah tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Jawa Barat paling siap konversi transisi menuju kendaraan listrik,” katanya ketika melakukan kegiatan Siaran Keliling (Sarling) di Depok, Rabu (28/9).

Advertisement

Ridwan Kamil menerangkan, sejumlah sarana pendukung peralihan tersebut ada di Jawa Barat. Misalnya, pabrik mobil listrik dan baterainya.

“Pabrik mobil listrik ada dimana? Di Jawa Barat. Baterainya dari mana? Di Jawa Barat,” ucapnya.

Advertisement

Disinggung soal ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), dia menjelaskan, untuk bisa segera beralih ke kendaraan listrik tidak harus dengan berfikir SPKLU saja. Karena untuk mengisi daya kendaraan kata dia bisa dilakukan dimana saja dengan adanya kemajuan teknologi.

“Tidak semua harus dengan logika itu (SPKLU). Karena sekarang tekhnologi memungkinkan kamu bisa nyoloknya di rumah, di warung dimana tinggal harganya disepakati,” ujarnya.

Ridwan Kamil menambahkan, jika kendaraan yang sedang dipakai kehabisan daya dan harus diisi kembali maka bisa dilakukan di mana saja, termasuk di rumah warga. Untuk harga yang harus dibayar tentu harus disepakati kedua belah pihak.

“Misalkan di jalan macet trus mogok nih, ya nyolok (isi daya) aja ke (rumah) orang. Nanti disepakati sejam berapa, jadi nanti logikanya akan begitu,” tutupnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.