Ridwan Kamil klaim 88,8 persen warga bandung puas dengan kinerjanya
Apresiasi terhadap kinerja Pemkot Bandung yang mencapai 88,8 persen ini didapat dari hasil survei internal yang dilakukan Pemkot Bandung pada pertengahan September ini. Dalam survei ini ada 450 warga Bandung yang dijadikan sebagai responden.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengklaim sebanyak 88,8 persen warga Bandung menyatakan kepuasan atas kinerjanya selama tiga tahun memimpin bersama wakilnya, Oded M Danial. Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Emil itu usai mengikuti rapat paripurna dalam rangka hari jadi Kota Bandung ke-206.
"Nah apresiasi kinerja kita dengan DPRD sebagai penyelenggara pemerintahan itu 88,8 persen yang menyatakan sesuai ekspektasi," kata Emil di Gedung DPRD, Senin (26/9).
Adapun yang masih merasa ekspektasinya terpenuhi dan masih dianggap kurang ada 11, 2 persen. Apresiasi terhadap kinerja Pemkot Bandung yang mencapai 88,8 persen ini didapat dari hasil survei internal yang dilakukan Pemkot Bandung pada pertengahan September ini. Dalam survei ini ada 450 warga Bandung yang dijadikan sebagai responden.
Emil mengatakan, dari hasil survei tersebut, pihaknya juga mendapati bahwa sedikitnya ada tiga masalah yang banyak dikeluhkan oleh warga Bandung. Tiga masalah tersebut yakni kemacetan, kemiskinan dan pengangguran.
"Di survei itu, problem mana saja yang perlu ditingkatkan. Ternyata nomor satu masih di kemacetan. Itu harus kita akui. Maka saya akan fokuskan di dua tahun ini mengurangi kemacetan ditambah berita baiknya LRT kan," jelas Emil.
"Ini sudah diumumkan tinggal jreng-nya aja," sambungnya.
Masalah yang kedua yakni pengangguran. Masyarakat berharap penyerapan tenaga kerja di Kota Bandung dapat ditingkatkan untuk mengurangi pengangguran.
"Jadi pengangguran di mata warga masih perlu dikurangi dengan mengkreasikan banyaknya lapangan kerja. Di sinilah investasi investasi berarti jawabannya kan. Dikebut untuk perusahaan perusahaan yang banyak menyerap tenaga kerja," ucapnya.
Emil mengaku saat ini banyak investor yang berminat menanamkan modalnya di Kota Bandung. Datangnya investor ini menjadi salah satu cara untuk menyerap tenaga kerja.
"Alhamdulillah dari sisi teknologi saya laporkan Rp 1 triliun investasi aero space , kemudian Rp 2 triliun data center sedang mencari lahan. Kemudian 30 ribu bisnis baru lahir gara-gara enggak perlu izin UKM. Itu kan bagian dari peningkatan unuk penyerapan pengurangan pengangguran," ungkapnya.
Sementara itu untuk program pengentasan kemiskinan, lanjut Emil, pemerintah Kota Bandung bersama DPRD Kota Bandung telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1 triliun khusus untuk program ini.
"Alhamdulillah sudah disetujui, Kota Bandung punya dinas sendiri untuk pengentasan kemiskinan, dan itu akan memudahkan kita untuk menanggulangi kemiskinan secara baik dan sistematis," tandasnya.
Baca juga:
Gerebek panti pijat plus-plus, Ridwan Kamil pergoki pasangan mesum
Ridwan Kamil: Follower Instagram banyak, lumayan bekal pensiun
Ini kata Kang Emil agar postingan sosmed panen 'Like'
HUT Bandung ke-206, Emil ngaku macet masih jadi masalah nomor satu
Perusahaan data center asal AS minat bangun di Bandung