LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ridwan Kamil Janji Benahi Citarum Dalam 5 Tahun

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sesumbar bisa mengubah citra Citarum dari sungai terkotor di dunia menjadi sungai bermartabat. Pembenahan sungai Citarum hanya bisa terwujud manakala ada ketegasan dan nilai kepemimpinan yang baik dari pemangku kebijakan.

2018-12-30 06:03:00
Ridwan Kamil
Advertisement

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sesumbar bisa mengubah citra Citarum dari sungai terkotor di dunia menjadi sungai bermartabat. Pembenahan sungai Citarum hanya bisa terwujud manakala ada ketegasan dan nilai kepemimpinan yang baik dari pemangku kebijakan.

Dengan kepemimpinan yang baik dan tegas, maka koordinasi dengan berbagai pihak bisa berjalan harmonis dan efektif.

Hal itu ia sampaikan pada kegiatan Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, di Desa Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Sabtu (29/12).

Advertisement

Hadir pula Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), Ida Bagus Putera Parthama.

"Saya kira, ilmu ada, anggaran bukan masalah. Kuncinya kepemimpinan, kekompakan, persatuan, supaya satu komando dalam mengurus Citarum," katanya melalui siaran pers yang diterima.

Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, pada tahun 2009, Pemerintah Indonesia sudah mengidentifikasi 108 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dinilai kritis. Namun, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019, pemerintah memprioritaskan 15 DAS prioritas yang akan dipulihkan terlebih dahulu.

Advertisement

Dari 15 DAS yang menjadi prioritas untuk dipulihkan, enam DAS di antaranya berada di Pulau Jawa, yakni Citarum, Ciliwung, Cisadane, Serayu, Bengawan Solo, dan Brantas. Sisanya tersebar di Pulau Sumatera meliputi DAS Asahan Toba, Siak, Musi, Way Sekampung, dan Way Seputih; DAS Moyo di Nusa Tenggara Barat; DAS Kapuas di Pulau Kalimantan; serta DAS Jeneberang dan Saddang di Pulau Sulawesi.

Di Jawa Barat, Sungai Citarum, Ciliwung, Cisadane jadi DAS yang masalah pembenahannya ada di wilayah kepemimpinannya. Maka sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum, Emil mengundang berbagai pihak untuk berkontribusi dalam Citarum Expo yang akan digelar Januari 2019 nanti.

"Saya punya target lima tahun benahi Citarum. Semoga dengan kebersamaan, Citarum bisa kembali bermartabat," tambahnya.

Di Citarum Expo nanti, setiap individu atau kelompok akan mencurahkan gagasan, ilmu pengetahuan, atau hal lainnya demi Citarum. Kemudian, hasil Citarum Ekspo itulah yang akan jadi rencana aksi untuk Citarum selama lima tahun ke depan. Dengan kepemimpinan, koordinasi dijahit seapik mungkin. Sehingga setiap organ berjalan harmoni dan beriringan.

"Jadi Citarum itu adalah wajah kerja sama. Tidak kerja masing-masing. Sehingga sampai saat ini belum begitu terasa perubahan di Citarum," ujarnya.

"Kita buktikan kalau orang Jawa Barat kompak, harusnya bisa merubah yang buruk jadi yang paling baik," harap Emil.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, menyebut bahwa permasalahan Daerah Aliran Sungai memang harus diselesaikan lewat interaksi multi stakeholder.

DAS merupakan suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak sungai yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami.

Namun sayangnya, kondisi DAS yang memprihatinkan yang diantaranya diakibatkan kerusakan lahan, dan juga pencemaran, dapat membawa konsekuensi meningkatnya potensi bencana banjir dan longsor.

"DAS sehat, mampu menyimpan air saar musim hujan, dan menjadi sumber air di musim kemarau," katanya.

Pada bagian hulu DAS, lanjut Siti, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk menanami semua lahan kritis. Menurutnya wilayah hulu perlu ditanami dan direvitalisasi.

Pun dengan tema "DAS Sehat, Sejahterakan Rakyat!", Siri Nurbaya ingin melalui semangat itu masyarakat dapat menyadari bahwa DAS yang terawat dan terlindungi akan berdampak kepada rasa aman dan kesejahteraan.

Sebab kondisi DAS yang sehat juga dapat menyediakan unsur hara bagi tumbuhan, sumber makanan bagi manusia dan hewan, sumber bahan baku air minum, serta berbagai aktivitas lainnya.

Baca juga:
Danau Seluas 10 Hektar Bakal Dibangun di Citarum
Pemerintah Siapkan Rp 640 Miliar Percepat Revitalisasi Sungai Citarum
Butuh Lahan dan Alat untuk Penanganan Citarum, Jabar Minta Rp 600 M ke Pusat
Safari Politik di Jabar, Sekjen PDIP Sentil Aher soal Kotornya Sungai Citarum
Anggaran revitalisasi Citarum capai Rp 1 triliun lebih
Revitalisasi Citarum, Kemenko PMK blusukan daerah langgan banjir Kabupaten Bandung
Daerah aliran Sungai Citarum dicemari 35,5 ton kotoran manusia per hari

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.