Ridwan Kamil: BOR RS Rujukan Covid-19 di Jabar 9,3 persen
Menurut Ridwan Kamil, hal tersebut bukan karena kenaikan kasus secara epidemilogi tapi lebih kepada faktor data.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengatakan bed occupancy rate (BOR) atau keterisiaan tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 di Jawa Barat untuk pertama kalinya menyentuh angka satu digit yakni 9,3 persen.
"Untuk BOR, turun di 9,3 persen, Ini pertama kalinya BOR rumah sakit kita di berada di satu digit. Alhamdulillah, mudah-mudahan kita pertahankan," kata Ridwan Kamil dalam jumpa pers virtual dari Gedung Negara Pakuan Bandung, Selasa (14/9).
Ridwan mengatakan tingkat BOR rumah sakit rujukan COVID-19 yang menyentuh satu digit tersebut merupakan kali pertama di Jabar yang berada di satu digit angka. Sebelumnya pada pekan lalu BOR di Jabar mencapai 12 persen.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jabar menjelaskan tentang status Kabupaten Cirebon dan Purwakarta yang masuk dalam PPKM Level 4.
Menurut Ridwan Kamil, hal tersebut bukan karena kenaikan kasus secara epidemilogi tapi lebih kepada faktor data.
"Jadi terkait dua wilayah, yaitu Kabupaten Cirebon Purwakarta tadi sudah diverifikasi bukan karena kenaikan kasus epidemilogi tapi lebih pada update data lama dan yang baru," kata dia.
"Tadi berhasil disinkronkan dengan Pemerintah Pusat. Jadi realitasnya bukan di PPKM level 4 tapi karena data yang dibaca memang ada data tambahan dari kasus masa lalu, maka dihitung sebagai PPKM level 4," ujar dia.
Hal itu sedang dikomunikasikan pada Pemerintah Pusat difasilitasi oleh Pemprov Jabar.
"Kemudian kematian di Purwakarta juga nol dalam empat hari, sementara dalam catatan PPKM Level 4 ini naik empat kali lipat," kata dia.
Baca juga:
VIDEO: Kunci RI Bersiap Hidup Berdampingan dengan Corona, Ini 3 Syarat Utamanya
Banyak Orang Masuk Indonesia Pakai Surat Bebas Covid, Ternyata Positif
Faktor Data Sebabkan 2 Daerah di Jawa Barat Berstatus PPKM Level 4
Menlu: Perkiraan Pada 2022 Dunia Belum Sepenuhnya Keluar dari Pandemi Covid-19
Cegah Penularan Varian Baru Covid-19, Pengawasan Prokes Bandara Ahmad Yani Diperketat
Epidemilog: Jangan Lengah Covid-19 Masih Terus Bermutasi