LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ribuan warga Palembang kembali demo tuntut Ahok ditangkap

Ribuan warga Palembang kembali demo tuntut Ahok ditangkap. Massa yang berasal dari beragam organisasi masyarakat Islam itu melakukan longmarch dari Masjid Agung Palembang menuju kantor DPRD Sumatera Selatan sejauh lima kilometer. Mereka mengatasnamakan Gerakan Umat Islam Sumsel (GUIS).

2016-10-14 16:30:59
Ahok
Advertisement

Ribuan umat Muslim di Palembang kembali menggelar aksi unjuk rasa menuntut pihak kepolisian menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Massa menilai Ahok pantas dihukum lantaran menghina dan melecehkan Alquran.

Massa yang berasal dari beragam organisasi masyarakat Islam itu melakukan longmarch dari Masjid Agung Palembang menuju kantor DPRD Sumatera Selatan sejauh lima kilometer. Mereka mengatasnamakan Gerakan Umat Islam Sumsel (GUIS).

Ketua Front Pembela Islam Sumsel Habib Mahdi mengungkapkan, pihaknya siap mengawal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah memperkarakan Ahok ke polisi. Menurut dia, jika Ahok tidak ditangkap dan pencalonannya dibiarkan, maka akan memberikan musibah bagi bangsa Indonesia.

"Bukan hanya ibu kota yang dapat musibah, tapi seluruh Tanah Air. Kami menuntut Ahok ditangkap, jangan biarkan dia terus maju sebagai calon gubernur Jakarta," ungkap Habib Mahdi dalam orasinya di halaman kantor DPRD Sumsel, Jumat (14/10).

Gerakan Umat Islam Sumsel (GUIS) demo minta Ahok ditangkap ©2016 Merdeka.com

Dikatakannya, pihak kepolisian terkesan lamban mengusut kasus ini. Presiden Djoko Widodo juga terkesan membiarkan kasus ini meluas meski terus mendapat kecaman dari umat Islam.

"Polisi jangan bodohi warga. Ahok itu menghina Islam. Hati-hati polisi tentang penista agama. Umat Islam siap jihad ke Jakarta. Satu kata, kita harus lawan Ahok. Kita cinta Indonesia, tapi apabila dengan kelakuan Ahok ini sudah kelewatan. Jangan macam-macam dengan umat Islam," tegasnya.

"Kami kasih waktu seminggu lagi bagi kepolisian, jika tidak kami akan datang ke Jakarta dengan massa yang lebih banyak lagi," tukasnya.

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.