LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ribuan warga antusias sambut Banyuwangi Ethno Carnival

Bedanya, dengan karnaval-karnaval di daerah lain, BEC selalu menghadirkan unsur lokal.

2014-11-22 16:18:41
Banyuwangi
Advertisement

Ribuan masyarakat Banyuwangi hari ini memadati Taman Blambangan, Banyuwangi, tempat berlangsungnya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Acara yang diikuti oleh ratusan penari serta ratusan peserta ini berlangsung meriah.

Acara diawali oleh sambutan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang menyatakan BEC telah berlangsung selama 4 kali berturut-turut sejak tahun 2011. Bedanya, dengan karnaval-karnaval di daerah lain, BEC selalu menghadirkan unsur lokal.

"Kalau daerah-daerah lain menghadirkan budaya luar masuk dalam karnaval mereka, maka BEC ini semuanya adalah dari unsur lokal Banyuwangi," kata Anas saat memberikan sambutan, Sabtu (22/11).

Hadir dalam acara ini Menteri Pariwisata yang juga putra asli Banyuwnagi, Arief Yahya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Duta Besar Amerika Serikat Robert O Blake, para kepala daerah di Indonesia, artis-artis ibukota dan masih banyak lagi.

Anas mengatakan, selain banyak membangun infrastruktur, Banyuwangi juga terus mengembangkan potensi pariwisata yang selama ini memang jadi sektor andalan.

"Jalan dan bandara terus kita bangun, tapi budaya lokal terus kita kembangkan," kata Anas.

Anas juga memaparkan perekonomian Banyuwangi terangkat akibat banyaknya festival yang berlangsung di Kota Gandrung tersebut.

"Pendapatan per kapita kita saat ini telah menyalip Malang. Kita sudah 20,3 juta per kapita per tahun," imbuh mantan anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa tersebut.

Acara BEC diawali dengan penampilan marching band dari Pemkab Banyuwangi, dilanjutkan dengan ratusan penari yang memakai kostum warna warni. Selanjutnya, ratusan peserta dari sekolah dasar hingga menengah mengikuti ajang karnaval dengan kostum warna warni.

Ribuan masyarakat menyemut memadati sepanjang jalan yang dijadikan catwalk dadakan tersebut. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 WIB tersebut hingga saat ini masih berlangsung.

BEC kali ini mengusung tema Tari Seblang. Tari ini merupakan tarian ritual tertua di Banyuwangi dan telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Nasional oleh pemerintah pusat. Tradisi ritual Suku Using (masyarakat asli Banyuwangi) ini dimaksudkan sebagai usaha memperoleh ketenteraman, keselamatan, dan kesuburan tanah agar hasil panen melimpah. Ritual ini diartikan seorang penari dalam trance, kondisi tak sadarkan diri, sebagai penghubung warga desa dengan arwah leluhurnya.

Tari Seblang diterjemahkan dalam bentuk desain fesyen yang berkarakter oleh para desainer muda. Semuanya dikerjakan anak muda Banyuwangi tanpa supervisi dari konsultan desain mana pun.

Setelah BEC, sehari kemudian wisatawan bisa mencicipi kopi citarasa Banyuwangi dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu dengan 10.000 cangkir. Sepuluh ewu dalam bahasa setempat berarti 10.000.

Festival minum kopi khas Using (masyarakat asli Banyuwangi) ini digelar 23 November malam hari di desa adat Kemiren yang merupakan salah satu basis masyarakat Using. Seluruh latar rumah di Desa Kemiren akan disulap menjadi ruang tamu yang menyuguhkan kopi Using dan jajanan tradisional Banyuwangi. Menariknya, warna dari ribuan cangkir yang disuguhkan adalah seragam. Cara penyajiannya juga seragam karena diyakini bisa menghasilkan rasa kopi terbaik.(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.