Ribuan Penari Bangilun Temanggung Meriahkan Nyadran Bhumi Phala di Kledung
Ribuan Penari Bangilun Temanggung, kesenian asli yang diakui sebagai warisan budaya non-benda, tampil memukau bersama Bupati Temanggung dalam Nyadran Bhumi Phala. Acara ini pererat silaturahmi dan lestarikan tradisi budaya.
Ribuan Penari Bangilun Temanggung memeriahkan acara Nyadran Bhumi Phala yang berlangsung di Rest Area Kledung, Temanggung. Sebanyak 2.000 penari kesenian asli Temanggung ini unjuk kebolehan bersama Bupati Temanggung, Agus Setyawan, dalam perhelatan budaya ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, menjadi bukti nyata semangat pelestarian seni tradisional di tengah masyarakat.
Pentas kolosal ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga Temanggung. Bupati Agus Setyawan secara langsung turut serta menari, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kesenian lokal. Kehadiran ribuan Penari Bangilun Temanggung ini menegaskan komitmen kolektif dalam menjaga warisan leluhur.
Kesenian Bangilun sendiri merupakan identitas budaya asli Temanggung yang telah mendapatkan pengakuan nasional. Penghargaan warisan budaya non-benda dari Kementerian Kebudayaan RI telah diraih, menambah kebanggaan masyarakat Temanggung. Acara Nyadran Bhumi Phala ini menjadi panggung untuk merayakan dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya Penari Bangilun Temanggung kepada khalayak luas.
Bangilun: Warisan Budaya Kebanggaan Temanggung
Kesenian Bangilun adalah warisan budaya asli Temanggung yang telah mendapatkan pengakuan bergengsi dari pemerintah pusat. Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengungkapkan bahwa Bangilun telah meraih penghargaan sebagai warisan budaya non-benda dari Kementerian Kebudayaan RI. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati pada acara yang digelar pada Oktober 2025, menandai apresiasi atas upaya pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional ini.
Bupati Agus Setyawan menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas prestasi yang telah dicapai oleh kesenian Bangilun. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dedikasi dan kerja keras para seniman serta seniwati Bangilun yang tanpa lelah menjaga dan melestarikan seni tradisional ini. Kesenian Penari Bangilun Temanggung tidak hanya sekadar tarian, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan bersama masyarakat Temanggung.
"Bangilun adalah kebanggaan kita bersama, yang tidak hanya menjadi simbol budaya Temanggung, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat Temanggung mampu menjaga warisan leluhur secara swadaya," kata Bupati Agus Setyawan. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran komunitas dalam melestarikan budaya. Ribuan penari yang terlibat dalam acara tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan yang mendalam terhadap seni budaya mereka.
Nyadran Bhumi Phala: Mempererat Silaturahmi dan Melestarikan Tradisi
Acara Nyadran Bhumi Phala yang menampilkan ribuan Penari Bangilun Temanggung ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan seni. Kegiatan ini merupakan bentuk upaya nyata untuk menjaga dan melestarikan tradisi sebagai bagian dari tali silaturahmi antarwarga Temanggung. Pertemuan dalam acara budaya seperti ini menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan.
Bupati Agus Setyawan menuturkan bahwa melalui kegiatan semacam ini, hubungan antarwarga semakin erat, persaudaraan dan semangat kegotongroyongan tetap terjaga. Ini menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Temanggung. Partisipasi aktif dari ribuan penari Bangilun menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal.
Pentas kolosal di Rest Area Kledung ini menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Semangat kebersamaan yang terpancar dari setiap gerakan Penari Bangilun Temanggung merefleksikan nilai-nilai luhur budaya. Acara ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang memperkaya khazanah budaya Temanggung dan memperkuat identitas daerah.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk Bangilun
Pemerintah Kabupaten Temanggung menunjukkan komitmen kuat untuk terus mendukung pengembangan dan pelestarian kesenian Bangilun. Ke depannya, pemerintah berjanji akan terus memberikan dukungan kepada para seniman dan seniwati Bangilun. Upaya ini bertujuan agar kesenian ini dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, serta semakin dikenal luas.
Selain dukungan internal, pemerintah juga berencana untuk memperkenalkan kesenian Penari Bangilun Temanggung lebih luas lagi. Targetnya adalah seluruh desa dan kelurahan di Temanggung dapat mengenal dan mencintai kesenian ini. "Bangilun bukan hanya milik masyarakat sekitar Gunung Sumbing dan Sindoro, tetapi kita akan kenalkan di 266 desa dan 23 kelurahan di Kabupaten Temanggung," ujar Bupati.
Visi pemerintah adalah untuk terus memakmurkan budaya Bangilun agar bisa menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Temanggung. Langkah-langkah strategis akan diambil untuk memastikan keberlanjutan dan popularitas kesenian ini. Dengan demikian, Penari Bangilun Temanggung akan terus menjadi duta budaya yang membanggakan daerah dan memperkaya warisan bangsa.
Sumber: AntaraNews