Ribuan driver online demo kecam pembunuhan Edward di depan DPRD Sumsel
Aksi damai ini dikawal ratusan aparat kepolisian dari Polresta Palembang. Rencananya, massa dari Gojek, Grab dan Uber akan bergerak ke Mapolda Sumsel untuk menuntut pengungkapan dua kasus itu.
Ribuan pengemudi transportasi online menggelar unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Sumsel, Rabu (23/8). Massa mengecam adanya aksi sweeping yang dilakukan sopir Angkot dan pembunuhan driver GoCar, Edward Limba.
Aksi damai ini dikawal ratusan aparat kepolisian dari Polresta Palembang. Rencananya, massa dari Gojek, Grab dan Uber akan bergerak ke Mapolda Sumsel untuk menuntut pengungkapan dua kasus itu.
Koordinator aksi Yoyon SP mengungkapkan, aksi ini adalah bentuk solidaritas dan keprihatinan komunitas driver online atas beberapa kejadian yang dialami rekannya. Karena sebelumnya terjadi penyerangan terhadap Ahmad Yoseph oleh sopir Angkot dan pembunuhan Edward Limba.
"Aksi kami aksi damai, bukan aksi anarkis. Kami mengecam semua tindakan terhadap intimidasi dan pembunuhan rekan kami," ungkap Yoyon, di Palembang, Rabu (23/8).
Massa juga menuntut pihak kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus-kasus itu sesuai perundang-undangan. Polisi didesak menangkap Sarifudin Lubis yang membuat surat edaran dan penggerak aksi demo berujung anarkis awal pekan lalu.
"Kami juga desak DPRD dan Gubernur Sumsel membuat Pergub yang mengatur transportasi online. Karena keberadaan kami sudah resmi sesuai aturan pemerintah," pungkasnya.
Baca juga:
Demo driver online sindir sopir konvensional: Jangan Gaptek, beli HP dan jual angkot
Meski dibatalkan MA, Menhub sebut aturan transportasi online masih berlaku
Mogok sopir angkot di Palembang ricuh, mobil diduga taksi online dirusak massa
Pelaku dan motif pembunuhan driver taksi online masih misterius
Pemakaman Edward dihadiri Wali Kota, Kapolres & driver ojek online Palembang