RI dan Australia gelar pertemuan di Bali bahas aliran dana teroris
"Pertemuan ini bagaimana kita mencegah mengintercept pembiayaan terorisme antar PPATK kita dengan Australia," ujarnya
Pemerintah bakal mengadakan forum 'Internasional Counter Terrorism Financing' di Bali pada Senin (8/8), pekan depan. Menko Polhukam Wiranto menyatakan, pertemuan internasional tersebut juga bekerjasama dengan Australian Transaction Reports and Analysis Centre (Austrac) untuk menelusuri aliran dana para teroris.
"Pertemuan ini bagaimana kita mencegah mengintercept pembiayaan terorisme antar PPATK kita dengan dari Australia," kata Wiranto usai bertemu dengan Dubes Australia untuk RI di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (3/8).
Sementara dikesempatan terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, pengamanan acara di Bali dilakukan Mabes Polri, Densus 88 dan Mabes TNI. Namun jumlah personel belum diketahui.
Dalam acara tersebut, mantan Kapolda Metro Jaya ini akan menjadi keynote speaker untuk menjelaskan jaringan terorisme di Indonesia. Selain itu, dia juga menjelaskan penanganan teror dan pendukung kelompok ISIS di Indonesia.
"Kelompok pendukung ISIS kan ada yang di Malaysia, ada bom Thailand, di Malaysia juga ada ledakan di kafe beberapa waktu lalu delapan korban. Kemudian kita ada bom di Thamrin, di Solo, rencana teror di Surabaya," kata Tito.
Selain itu, jelas Tito, aksi teror penculikan kelompok Abu Sayyaf diduga mempunyai jaringan teroris di Indonesia. Sehingga pertemuan itu akan dibahas penanganan pencegahan penculikan kelompok Abu Sayyaf.
"Abu Sayyaf ini penculikan aktif sekali ini semua kemungkinan besar ada koneksinya semua. Sehingga perlu kita semua bangkit secara regional Asia Tenggara," tandasnya.
(mdk/sho)