LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Retakan bukit ancam pemukiman, ratusan warga Mlaya diungsikan

Sebanyak 306 warga Dusun Kaliwadas Desa Mlaya Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah diungsikan. Itu lantaran ditemukan retakan sepanjang 50 meter di bukit berada dekat permukiman.

2016-09-29 15:28:07
Tanah Longsor di Banjarnegara
Advertisement

Sebanyak 306 warga Dusun Kaliwadas Desa Mlaya Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah diungsikan. Itu lantaran ditemukan retakan sepanjang 50 meter di bukit berada dekat permukiman.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulsityo mengatakan warga yang diungsikan sebanyak 77 keluarga ke masjid, gedung sekolah, dan rumah warga yang aman. "Pengungsi berjumlah 77 KK yang terdiri dari 306 jiwa, sejak tadi malam ya. Ini sedang di cek, didata lagi jumlah dan mengklasifikasi anak-anak berapa, lansia berapa," ucap Andri, Kamis (30/9).

Dia mengemukakan, retakan yang membentuk tapal kuda bisa longsor sewaktu-waktu dan menimpa rumah penduduk karena hujan deras masih terjadi di kawasan tersebut. Selain longsor, wilayah tersebut saat ini terisolir karena akses jalan menuju dan keluar dusun sudah tertutup longsoran.

"Setidaknya ada tujuh titik lokasi longsor yang menimbun jalan menuju Kaliwadas sejauh enam kilometer," ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang berusaha mengerahkan banyak relawan untuk membuka akses yang tertutup. Dikemukakan Andri, akses jalan saat ini praktis hanya bisa dilalui melalui jalur Karangkobar-Kalibening-Pendanarum sejauh 80 kilometer.

Padahal, lanjut dia, bila melalui jalan desa hanya enam kilometer. Tak hanya itu, untuk mencapai lokasi, harus berjalan kaki sejauh tiga kilometer dari Kaliwadas karena sementara mobil maupun motor tidak bisa dilalui.

"Kita sudah mulai menata longsoran, sementara ini alat berat belum bisa masuk. Kita mengerahkan relawan banyak sekali itu. Karena, tujuan kita supaya jalan itu bisa tembus dan dilewati kendaraan bermotor sehingga distribusi logistik bisa masuk," jelasnya.

Lebih lanjut, Andri menjelaskan, saat ini masih mengupayakan alat berat untuk membersihkan material longsoran. Diakuinya, butuh waktu sekitar dua pekan untuk membersihkan material longsoran jika menggunakan tenaga manual. "Akses ini diperlkukan untuk mempercepat pengiriman logistik dan perlengkapan pengungsian," jelasnya.

Andri juga menambahkan saat ini, BPBD Banjarnegara mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk para pengungsi. Andri menyebut, kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak, orang lanjut usia, kaum difabel dan perempuan menjadi prioritas penanganan darurat kebencanaan.(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.