Restoran Amigos Tutup Operasi 2 Pekan Usai Pengunjung Tertular Virus Corona
Pemilik restoran, Mulles Ron langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh karyawannya.
Restoran Amigos yang terletak di Kemang, Jakarta Selatan sementara akan tutup beroperasi selama dua pekan. Menyusul adanya pengunjung yang terjangkit virus corona atau Covid-19 usai menghadiri acara yang digelar di restoran tersebut.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkap dua pasien positif virus corona, ibu usia 64 tahun dan anaknya perempuan berumur 31 tahun. Dimana anak perempuan yang merupakan guru dansa tersebut tertular virus corona ketika menghadiri acara di Amigos, Jumat (14/2/2020) lalu.
Pemilik restoran, Mulles Ron langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh karyawannya.
"Kita ngecek karyawan kita semua di Amigos dan kita panggil perusahaan dari luar untuk membersihkan sanitasi semua, AC. Semua lokasinya melalui fogging," kata Ron di Amigos, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
"Terus walaupun kita belum dapat info dari pemerintah, kita akan tutup Amigos selama 2 minggu. Supaya betul-betul itu virus enggak ada kes off the virus, kita ambil tindakan itu sendiri," tegasnya.
Banyak Tamu Yang Telpon dan Panik
Dengan adanya informasi yang beredar di media sosial terkait warga Depok tersebut berdansa di Amigos dengan WN Jepang. Ia pun langsung dibanjiri pertanyaan dari para pengunjung atau tamu Amigos.
"(Dampak ke perusahaan) Ya tentu waktu info keluar kemarin langsung banyak orang kemana-mana lewat sosmed, kan sosmed bisa bagus bisa jahat. Kita turun langsung, tamu banyak yang telpon banyak yang nanya banyak yang panik sebetulnya dengan situasi ini," jelasnya.
Ron Minta Karyawan Tidak Panik
"Saya sudah mendengar omongan dari Menteri Dokter Terawan, yang penting jangan panik. Ini bukan waktu panik, ini sebetulnya penyakit ini kita jadi victim. Kita anggap Amigos sama dengan orang yang kena virus, kita anggap aja udah kena virus. Untuk itu ya harus kita menutup supaya kayak di karantina, jangan ada tamu disini dan karyawan kita diperiksa semua," ungkapnya.
"Kita udah bikin 1 statemen melalui sosmed yang kita akan kirim ke semua sosial media untuk di mohon diteruskan ke temen-temen kesemua grup supaya orang tahu apa yang terjadi," sambungnya.
Penutupan sementara Amigos tersebut sudah mulai dilakukan hari ini Senin (3/3), meskipun Menkes sudah menyatakan jika karyawan Amigos dalam kondisi sehat. Penutupan itu juga karena pihaknya tak mau ambil resiko, oleh karena itu dilakukannya pemeriksaan kesehatan selama penutupan restoran.
"Kita langsung akan panggil perusahaan untuk berisihin AC, disinfekten, kita take prefentif yang sangat keras buat kita sendiri. Mudah-mudahan orang lain, perusahaan lain yang merasa disentuh atau didatangi orang Jepang itu mudah-mudahan ambil tindakan yang juga cukup kencang supaya virus ini engak nular ke orang lagi," ucapnya.
"Ya tentu kita harus jaga dari dulu, 40 tahun kita jalan Amigos kita selalu jaga keselamatan karyawan sama tamunya. Itu yang kita ambil tindakan itu," tambahnya.
Karyawan Tak Ada yang Sakit
Sampai saat ini, tak ada satu orang pun karyawannya yang mengeluh sakit. Terlebih, setelah adanya Standard Operasional Prosedur (SOP) yang telah diperbarui sejak 1 Januari 2020.
"Enggak ada satupun (karyawan sakit) tamu yang datang kesini seperti menteri bilang ini kan virus, kalau orang imun sistemnya kuat ya engak dapat. Karyawan kita dari 1 Januari ada peraturan enggak boleh kasih tangan ke orang hanya tos, jadi kita sangat hati-hati," tuturnya.
Kemana Saja WN Jepang Pergi
Selain itu, Ron pertanyakan terkait kunjungan WN Jepang tersebut selain ke tempat usahanya. Karena tak hanya ke Amigos saja, ia menduga WN Jepang tersebut pergi ke tempat lain juga.
"Tentu kita juga banyak pertanyaan bukan Amigos saja yang di datangi tamu Jepang tapi tamu Jepang datang pakai pesawat apa, duduk dimana, naik taksi atau mobil pribadi, ketemu siapa, temennya? Terus selain Amigos pergi kemana, shopping, pergi ketemu temennya, ke kantor. Jadi sebetulnya hal-hal itu kita menangkap bahwa ini sangat serius jadi enggak main-main," terangnya.
Bantah Soal Menejer Amigos Meninggal Karena Corona
Ron membantah terkait adanya informasi yang beredar terkait salah satu manejernya itu meninggal diduga terinfeksi virus corona. Manajer Amigos tersebut meninggal di Brazil bukan karena virus corona.
"Ada juga informasi yang keluar yang tidak benar, 1 manager meninggal kena korona virus itu tidak betul, itu manager kita yang di Brazil bukan Amigos Kemang yang kena demam ya dia meninggal seminggu lalu. Dia meninggal, tapi dia enggak pernah ke Amigos Kemang dan pada 14 Februari tidak pernah ketemu dengan orang Jepang," kata Ron.
"Jadi jangan khawatir dia meninggal bukan karena corona virus," tutupnya.
(mdk/rhm)