Resmikan rusunawa Imigrasi Denpasar, Yasonna harap ASN tidak indekos lagi
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, bersama Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian (PUPR) Khalawi Abdul Hamid meresmikan Rumah Susun Sewa (rusunawa) Kantor Imigrasi Klas 1 Denpasar. (10/3).
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, bersama Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian (PUPR) Khalawi Abdul Hamid meresmikan Rumah Susun Sewa (rusunawa) Kantor Imigrasi Klas 1 Denpasar. (10/3).
Rusunawa yang dibangun sejak tahun 2017, dengan kapasitas 47 unit dan berlantai tiga tersebut bertempat di Jalan Pulau Nias Denpasar. Rusunawa ini disediakan untuk para aparatur sipil negara (ASN) di daerah-daerah.
Yasonna mengatakan, bahwa rusunawa adalah bagian dari program 1 juta rumah yang digagas oleh Presiden Joko Widodo untuk kebutuhan masyarakat.
"Program ini, adalah untuk penyediaan rakyat bukan hanya untuk ASN. Baik nelayan, baik ASN Pemda, baik ASN pemerintah pusat dan instansi lainnya. Karena, kebutuhan papan dan perumahan kita masih banyak dibutuhkan. Dengan adanya program ini tentunya sangat membantu," ucapnya.
Selain itu, menurut Yasonna dengan adanya rusunawa pastinya dapat membantu menghemat pengeluaran para ASN di daerah-daerah. Sehingga, ke depannya dapat bekerja optimal untuk pelayanan publik yang lebih baik.
Yasonna Resmikan Rusunawa ASN ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi
"Untuk di daerah-daerah kebutuhan ini sangat membantu sekali. Misalnya anggota-anggota kami yang indekos di luar, dengan sepertiga lebih gajinya buat indekos di luar ini bisa tertolong dengan program ini," jelasnya.
Yasonna, juga menyakini dengan adanya rusunawa tersebut konsentrasi para ASN akan bekerja lebih baik dan tertib karena rusunawa dibangun di dekat kantor para ASN bekerja.
"Dengan adanya rusunawa, mereka tidak berpikir macam-macam lagi. Apalagi, kita tuntut mereka untuk terus meningkat pelayanan publik. Perumahan (rusunawa) ini dekat dengan tempat kerja. Sehingga dimudahkan langsung untuk kerja," ujarnya.
Namun, Yasonna juga berharap ke depannya rusunawa terus dibangun oleh Kementerian (PUPR) karena menurutnya masih banyak ASN yang indekos.
"Sebenarnya, kita masih punya tanah yang luas. Nanti Bapak Menteri (PUPR) melalui Bapak Dirjen akan mencoba membantu lagi. Karena masih banyak staf-staf lain yang membutuhkan," pungkasnya.
Baca juga:
Tak mau dianggap menggusur, Sandiaga sebut warga Kampung Arus direlokasi ke rusun
Apartemen jadi solusi keterbatasan lahan di Ibu Kota
Antisipasi peredaran narkotika, Sandi minta semua rusun rutin dicek
BNN DKI Jakarta sebut peredaran narkoba juga terjadi di rumah susun
Khawatir diusir, penghuni rusun minta Anies lakukan pemutihan tunggakan