Resmikan Masjid Nurul Falah, Tito Minta Kajian Ibadah Paralel dengan Pancasila
"Mudah-mudahan, dengan terbentuknya masjid ini, apalagi dengan swadaya bisa membentuk karakter yang baik," kata Tito.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meresmikan Masjid Nurul Falah. Masjid itu berada di lingkungan kantor Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.
Dalam sambutannya, Tito berpesan agar kegiatan ibadah di masjid mesti paralel dengan apa yang menjadi dasar-dasar Pancasila.
"Masjid ini dibangun dengan cukup megah, cukup indah, saya minta dirawat dan diisi dengan kajian-kajian ibadah yang paralel dengan dasar negara kita yang pluralistik yaitu Pancasila. Sesuai dengan nilai kemanusiaan, sesuai dengan nilai-nilai keberagaman, sesuai dengan nilai yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Tito di Gedung Ditjen Bina Kemendes dan Ditjen Duk Capil, Jakarta Selatan, Selasa (7/1).
Tito juga berharap masjid tersebut membentuk karakter di lingkungan kantor Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri menjadi semakin baik.
"Peran masjid menjadi penting, ketika bicara spiritual question karena masjid tempat ibadah umat Islam. Di masjid ini minimal tantangan dan godaan yang sangat besar di Pemdes dan Dukcapil kita bisa intropeksi diri dan membangun karakter yang baik," ujarnya.
"Mudah-mudahan, dengan terbentuknya masjid ini, apalagi dengan swadaya bisa membentuk karakter yang baik," sambungnya.
Karakter yang baik, katanya, diharapkan menular pada keseharian PNS dalam melayani masyarakat.
"Dengan demikian mudah-mudahan dengan semua kegiatan itu akan terbantu karakter ASN di lingkungan Dukcapil dan Pemdes, ada masyarakat yang memanfaatkan tempat ini berkarakter Pancasilais, ketuhanan yang maha esa. Sehingga, dapat mendorong pelayanan publik yang lebih baik," jelas Tito.
(mdk/lia)