Rentetan deru mesiu di Aceh jelang pemilu
Ada 3 partai lokal Aceh yang ikut Pemilu 2014, yakni Partai Damai Aceh, Partai Nasional Aceh dan Partai Aceh.
Menjelang Pemilu 9 April mendatang, gangguan keamanan di Aceh meningkat. Semalam misalnya, terjadi penembakan terhadap mobil berstiker Partai Aceh oleh orang tak dikenal. Tiga penumpang, termasuk satu bocah tewas dalam insiden ini. Posko Partai NasDem diserang oleh OTK di jalan Line Exxon Mobil desa Kunyet Mule, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (16/1) terjadi sekira pukul 04.20 WIB. Informasi yang dihimpun merdeka.com, menjelang Subuh Posko Nasdem didatangi oleh dua orang pelaku. Kedua pelaku itu menggunakan motor Mio tanpa nomor polisi. Seorang caleg Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, Faisal (40) dari Partai Nasional Aceh (PNA) tewas ditembak oleh orang tak dikenal Minggu (2/3) malam. Peristiwa penembakan terjadi di Gunung Cot Mancang, Gampong Ladang Tuha, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan sekitar pukul 20.00 WIB. Warga Kota Banda Aceh dikejutkan oleh sebuah ledakan di kantor Partai Aceh (PA) Kecamatan Lhueng Bata, Banda Aceh, Selasa (11/3), sekira pukul 20.15 WIB. Selepas kejadian, seluruh warga sekitar kantor PA berhamburan melihat ledakan tersebut. Sebuah mobil berstiker Partai Aceh diberondong oleh orang tak dikenal, Senin (31/3) sekira pukul 21.00 WIB di Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Akibatnya tiga orang tewas dan saat ini sedang berada di Rumah Sakit Umum dr Fauziah, Bireuen.
Sebelumnya, rentetan deru mesiu juga terjadi di Aceh dalam musim pemilu. Gangguan keamanan ini pula yang membuat Aceh mendapat perhatian khusus dari Polri.
Untuk mengamankan pemilu di Bumi Serambi Mekah ini, polisi telah menambah 3 SSK Brimob dari Mabes Polri. Selain itu juga ada 3 unit pasukan anti teror ikut diperbantukan untuk pengamanan pemilu di Aceh.
Untuk diketahui, sejak 2009 Aceh sudah diperlakukan khusus secara politik dengan adanya partai lokal yang diperbolehkan mengikuti pemilu. Untuk Pemilu 2014 ini, ada tiga partai lokal Aceh yang ikut serta, yakni Partai Damai Aceh (11), Partai Nasional Aceh (12) dan Partai Aceh (13).
Berikut adalah gangguan keamanan di Aceh jelang pemilu:Posko Partai NasDem diberondong M-16
Dengan menenteng sepucuk senjata laras panjang jenis M-16 dan A1. Seketika kedua pelaku itu menembak ke seluruh arah posko. Lantas satu di antara mereka masuk ke dalam posko dan menendang pintu serta menodong kader Nasdem.
Selain itu pelaku juga menganiaya korban bernama Adnan Sahril (27), Saipul Junaidi (28) dan Sarkawi (31). Ketiganya kader Nasdem yang bermalam di posko tersebut.
"Pelaku langsung melarikan diri ke arah rumah Cut Mutia," kata ketua Pembina Partai NasDem Aceh, T Pribadi pada merdeka.com via telepon.
Penyerangan terhadap posko Nasdem di Aceh Utara itu tidak menimbulkan korban jiwa. Ketiga korban hanya mengalami memar dan lecet-lecet.
Pribadi juga meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa segera mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, persoalan ini akan terus berlarut dan terus terjadi bila tidak ditindak.
"Kita takutkan ada provokator yang bermain di Aceh, kami tidak pernah mengganggu orang lain, makanya kami minta polisi usut sampai tuntas," tutupnya.Caleg Partai Nasional Aceh tewas dibedil
Penembakan ini dilakukan dengan menggunakan senjata laras panjang. Pelaku memberondong korban dengan 42 kali tembakan hingga korban tewas di tempat.
Kapolres Aceh Selatan AKBP, Sigit Jatmiko membenarkan adanya pemberondongan yang menimpa kader PNA tersebut. Menurutnya, korban ditembak saat mengendarai mobil pribadinya dengan nomor plat polisi BK 1181 QN.
"Polisi langsung melakukan olah TKP, dan korban langsung dilarikan ke RSUD Yulidin Away untuk diautopsi," katanya.
Kendati demikian, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan modus penembakan ini. Dan, saat ini pihak kepolisian sedang memburu pelaku penembakan tersebut yang diduga melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.Kantor Partai Aceh digranat, bocah luka
Ledakan granat oleh orang tak dikenal tersebut mengenai pintu depan kantor Partai Aceh sederet dengan pertokoan lainnya. Akibatnya, pintu depan rusak dan kaca ruang tamu hancur.
Menurut penjelasan salah seorang saksi mata, Mukhtar Hasyim, saat kejadian lokasi sedang sepi karena warga sekitar sedang melaksanakan salat.
"Saya waktu itu baru saja pulang ke rumah, lalu saya mendengar ledakan sangat keras," kata Mukhtar Hasyim, Selasa malam (11/3).
Akibat ledakan itu, seorang bocah 9 tahun terkena serpihan granat di kepala dan mendapat dua kali jahitan. Sayed Habibi yang masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD) dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
"Saat itu korban bersama kakaknya sedang melintas dari desa Lamseupeueng ke Simpang Surabaya Banda Aceh," kata kepala desa Lhueng Bata, Razali pada merdeka.com Rabu (12/3)Mobil Partai Aceh ditembak, 3 orang tewas, 1 kritis
Salah satu korban adalah Anwar, bocah yang masih berusia 1,5 tahun.
Dua korban tewas lainnya yakni Juwaini (35), ayah Anwar, dan adik iparnya, Aziraawati (22). Juwaini adalah kader Partai Aceh Kabupaten Bireuen. Ketiga jenazah saat ini berada di Rumah Sakit Umum dr Fauziah, Bireuen. Satu orang juga kritis akibat insiden penembakan itu.
Informasi yang dihimpun merdeka.com, Senin (31/3), mobil tersebut adalah milik tim sukses salah seorang calon legislatif (Caleg) Partai Aceh di Kabupaten Birueun. Mobil tersebut membawa 7 orang penumpang.
Sementara itu yang kritis akibat terkena tembakan adalah Fakhrurrazi (35) yang merupakan abang ipar Juwaini. Korban kritis saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum dr Fauziah Bireuen. Sedangkan tiga orang lainnya semua selamat, tidak terkena tembakan.