LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rencana Travel Bubble Sandiaga Untuk Pulihkan Pariwisata Bali

Tahap awal, travel bubble dijelaskan Sandi akan diterapkan di Bali. Alasannya karena Bali yang paling terdampak. Tercatat perekonomian Bali minus 12 persen pada kuartal ketiga tahun 2020. Hal tersebut dipicu karena lebih dari 80 persen masyarakat Bali bergantung kepada pariwisata dan ekonomi kreatif.

2021-01-04 21:24:25
Sandiaga Salahuddin Uno
Advertisement

Mengakselerasi percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berkolaborasi dengan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi. Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga mengatakan, mereka membahas persiapan akses transportasi objek wisata seluruh Nusantara, khususnya lima destinasi super prioritas (DSP).

"Tadi kita bicara secara detail, Danau Toba dan Borobudur, tapi lebih luas lagi, bagaimana Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata-Ekonomi Kreatif ini bisa membangkitkan ekonomi rakyat, karena lebih dari 32 juta masyarakat yang bergantung di sektor Parekraf," kata Sandiaga di Jakarta, Senin (4/1).

Serupa dengan Sandi, Budi mengungkapkan, pihaknya membutuhkan masukan terkait pembangunan infrastruktur di setiap objek pariwisata nasional.

Advertisement

"Jadi terima kasih atas kedatangannya, saya yakin kita bisa mengolaborasikan antara apa yang kita bangun dan apa yang dioperasikan oleh Kementerian Pariwisata. Contohnya kita membangun 13 pelabuhan di Danau Toba, itu akan indah sekali Danau Toba. (Pembangunan) sudah hampir selesai," ujarnya.

Pernyataan Budi Karya dibuktikan Sandiaga lewat kunjungannya ke Danau Toba, Sumatera Utara pada beberapa waktu lalu. Dia mengaku sempat mengunjungi Pelabuhan Fery Ajibata yang telah dioperasikan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Terbangunnya infrastruktur tersebut, dia menilai, banyak memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun ditegaskan Sandi, hal terpenting dari keseluruhan pembangunan tersebut adalah pengelolaan ke depannya, sehingga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

Advertisement

"Dan ini yang terus kita koOrdinasikan," imbuhnya.

Travel Bubble

Bersamaan dengan percepatan pembangunan dan pembukaan akses pariwisata, Sandi mengungkapkan pihaknya bersama sejumlah Kementerian dalam Kabinet Indonesia maju telah menyusun travel bubble.

Travel bubble diketahui merupakan kesepakatan sejumlah negara untuk memulai kembali perjalanan lintas negara di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Tahap awal, travel bubble dijelaskan Sandi akan diterapkan di Bali. Alasannya karena Bali yang paling terdampak. Tercatat perekonomian Bali minus 12 persen pada kuartal ketiga tahun 2020. Hal tersebut dipicu karena lebih dari 80 persen masyarakat Bali bergantung kepada pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, Bali menurutnya paling unggul dalam infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibanding daerah lainnya.

"Soal Travel Bubble ini juga kita bicarakan tadi, kebetulan Pak Menhub, ini masih dalam tahap diskusi, jadi akan kita fokuskan di Bali," ungkapnya kepada Budi Karya.

"Jadi tadi idenya sudah mulai didiskusikan, tapi saya akan koOrdinasi lagi dengan Pak Menteri Kesehatan, Ibu Menlu dan jajaran terkait lainnya, karena kita nggak mau menjanjikan sesuatu yang mungkin sangat berpotensi tergantung pada keadaan covid-19 sekarang," jelas Sandiaga.

"Jadi kita dahulukan dulu kesehatannya, setelah bicara dengan Pak Menteri Kesehatan kita atur lagi dengan Bapak, kita rancang dengan baik," tambahnya.

Hanya saja, lanjutnya, hal terpenting dalam pemulihan pariwisata diungkapkan Sandi adalah persiapan pada segi kesehatan.

Antara lain penerapan protokol kesehatan yang ketat melalui K4, yakni Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability).

Selanjutnya penyediaan vaksinasi covid-19 maupun tes PCR guna menjamin keamanan dan kenyamanAN wisatawan yang hendak berkunjung ke Bali

"Kita ingin ada fokus utama untuk akselerasi, bahwa masyarakat Bali dapat kepastian dari segi vaksinasinya maupun juga dari PCR, karena dengAr juga dari temen-temen, masyarakat yang ke Bali itu dengan relanya tes PCR," jelasnya.

Gandeng BPK

Selain berkoordinasi dengan Budi Karya, Sandiaga juga melakukan kerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Kerjasama tersebut guna mendukung sejumlah program bantuan yang akan diberikan kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terimbas pandemi Covid-19.

"Kami Ingin memberikan program-program yang membantu masyarakat untuk bertahan hidup bagi mereka yang menggantungkan hidup di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama masa pandemi ini, tetapi harus tetap benar-benar sesuai standar dan pengelolaan keuangan yang baik," ungkap Sandi di kantor BPK.

"Untuk itu, kita akan terus berkordinasi dan kita harus pastikan program-program ini harus tereksekusi dengan baik, penyerapannya juga kita pastikan harus juga bisa optimal untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata Indonesia," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi mengungkapkan dirinya telah bertemu dengan pihak BPK yang diwakilkan oleh Anggota III BPK, Achsanul Qosasi. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program bantuan langsung kepada para pekerja informal sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti dana hibah dan lainnya.

"Yang kita akan bicarakan ke depan adalah program-program yang berkaitan dengan bantuan yang diberikan kepada pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama pekerja informal," jelasnya.

"Ada dana hibah, ada juga program-program yang sudah tereksekusi sebelumnya, seperti bantuan lauk siap saji, itu harus diapresiasi," tambah politikus Gerindra itu

Penyaluran sejumlah program bantuan langsung tersebut katanya tengah dikaji pihaknya saat ini. Tujuannya guna mempercepat pemulihan pariwisata nasional yang berujung kepada penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, lanjutnya, target jumlah wisatawan mancanegara yang sebelumnya sebanyak 4 juta pada tahun 2020 menjadi sebanyak 7 juta pada tahun 2021 dapat tercapai.

"Dengan covid seperti ini, apalagi sekarang bandara ditutup, artinya kita harus bisa lebih realistis. Nah itu target, tapi kita sekarang juga siapkan beberapa program, dan kita ingin ke depan itu tidak ingin hanya kuantitas, tetapi kualitas dari kunjungan wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan internasional," jelas Sandi.

"Sekarang ini kita fokusnya kepada wisatawan nusantara agar mereka bisa juga apresiasi destinasi-destinasi dalam negeri dan memompa perekonomian daerah menjadi bergeliat kembali," tambahnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Sandi menegaskan adanya sejumlah strategi terapan yang harus dilakukan di masa depan.

Strategi itu meliputi penerapan tiga platform, yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Ketiganya disempurnakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat K4, yakni Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability).

"Inovasi pastinya, produk-produk wisata kita tingkatkan, adaptasi dengan CHSE dan juga saya ingin mendorong ini adalah protokol kesehatan yang ketat dan disiplin serta kolaborasi dengan seluruh pihak," jelasnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.