Relief di Monumen Serangan Umum 1 Maret Dipenuhi Cap Tangan
Koordinator Konservator Benteng Vredeburg Kota Yogyakarta, Darsono, menduga ulah vandalisme terjadi pada Jumat (15/2) malam. Sebab pada pagi harinya, relief masih terlihat bersih.
Relief Monumen Serangan Umum 1 Maret di Kompleks Benteng Vredeburg, Kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta menjadi sasaran vandalisme. Pada bagian lantai juga terdapat ceceran cat.
Di relief tersebut terdapat cap tangan dari cat. Cap tangan ini ditemukan di beberapa bagian relief yang menceritakan sejarah tentang Serangan Umum 1 Maret.
Koordinator Konservator Benteng Vredeburg Kota Yogyakarta, Darsono, menduga ulah vandalisme terjadi pada Jumat (15/2) malam. Sebab pada pagi harinya, relief masih terlihat bersih.
"Pertama kali tahu dari laporan petugas kebersihan pada Sabtu pagi. Petugas kebersihan kemudian melaporkan hal itu ke pengelola," ujar Darsono, Selasa (19/2).
Pengelola sudah berusaha melakukan pembersihan pada Senin (18/2) kemarin. Namun masih ada beberapa cap tangan yang tersisa karena menembus ke pori-pori relief. Salah satu cap tangan yang susah dihapus ini berada pada relief dengan fragmen pertemuan Jendral Soedirman dengan Letkol Soeharto.
Untuk menghapus cap tangan pada relief, pengelola akan melakukan cat ulang.
"Ceceran cat di relief itu memang kalau kita bersihkan agar sulit. Karena sudah menempel termasuk yang di selasar itu sudah masuk ke dalam pori-pori. Sehingga relief itu nanti kita laksanakan pengecatan ulang," kata Darsono.
Baca juga:
Gunakan 1.500 bambu runcing, Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret cetak rekor MURI
Letnan Komarudin, pahlawan yang akhirnya jadi preman Tanjung Priok
Kisah lucu istilah 'Tokji Biji' di kalangan TNI
Kisah anak buah melihat Soeharto seperti kebal peluru saat perang
Kolonel Bambang Sugeng, panglima Serangan Umum 1 Maret
Serangan Umum 1 Maret & 'operasi senyap' Jokowi naikkan harga BBM
Kisah heroik Letkol Slamet Riyadi pimpin serangan umum di Solo