Rektor: Tidak Benar Gagal SBMPTN Bisa Masuk UNS Bayar Rp18 Juta
Berdasarkan informasi yang diperoleh merdeka.com, dalam surat berkop UNS tersebut tertera nama dan identitas peserta SBMPTN yang tidak lolos. Peserta itu ditawari jalur prioritas dengan membayar total uang Rp 18 juta.
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membantah adanya jalur prioritas untuk peserta yang tidak lolos SBMPTN. Surat penawaran dari UNS Solo yang beredar menyebutkan, jika peserta SBMPTN yang gagal lolos bisa masuk melalui jalur prioritas dengan membayar sejumlah uang.
Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho memastikan surat atau kabar tersebut hoaks.
Berdasarkan informasi yang diperoleh merdeka.com, dalam surat berkop UNS tersebut tertera nama dan identitas peserta SBMPTN yang tidak lolos. Peserta itu ditawari jalur prioritas dengan membayar total uang Rp 18 juta.
“Informasi tersebut tidak benar, kami tetap konsisten. Seleksi tetap menggunakan dasar utama nilai dari LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) dan prestasi nasional, internasional, maupun hafiz," ujar Jamal, usai kegiatan wisuda, Sabtu (15/8).
Setelah jalur SBMPTN selesai, dikatakannya, masih ada jalur terakhir, yakni Seleksi Mandiri (SM). Jalur tersebut tetap menggunakan dasar nilai dan prestasi.
Jamal mencermati, surat penawaran berkop UNS tersebut menunjukkan sejumlah kejanggalan. Selain tanda tangan dan cap palsu, pembuat surat juga dianggap tidak memahami tata cara birokrasi.
"Banyak kejanggalan, malah terlihat lucu. Itu yang tanda tangan rektor, capnya LPPM UNS, lalu ditembuskan ke rektor lagi. Ini pasti orangnya tidak paham birokrasi dia," katanya.
Jamal menyampaikan, selama ini pihaknya sudah transparan dalam penyampaian informasi kepada publik. Demikian juga terkait pengumuman dan informasi resmi UNS dapat dicek melalui situs spmb.uns.ac.id.
"Situs itu kan sifatnya general, bisa diakses siapa saja. Masyarakat seharusnya waspada terhadap informasi yang tidak valid tersebut," pungkas Jamal.
(mdk/rnd)