LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rekonstruksi pembunuhan Brando ricuh, tersangka dipukul adik korban

Polisi segera melerai, dan tersangka diselamatkan.

2016-08-12 18:50:38
Pembunuhan
Advertisement

Rekonstruksi kasus pembunuhan Brando Kenap (18), warga Kelurahan Mahakeret Barat, Lingkungan V, Kecamatan Wanea, Jumat (12/8), berlangsung ricuh. Saat reka ulang kejadian di Mapolresta Manado, pelaku RL alias Bolo dipukul adik korban.

Kejadian berawal saat pengambilan adegan 11. Yaitu saat tersangka dan saksi sedang berboncengan sepeda motor. Tiba-tiba saksi duduk di belakang langsung memukul pelaku tepat di bagian wajah.

Tak hanya itu, adik korban menyaksikan rekonstruksi merangsek maju dari balik kerumunan orang, dan memukul pelaku Bolo di bagian kepala. Beruntung, aksi adik korban segera dihentikan petugas. Setelah keluarga korban meluapkan kemarahan, reka ulang kembali dilanjutkan.

Dalam reka ulang, aksi pelaku menikam korban terungkap di adegan ke 26. Saat itu, tersangka menikam korban di bagian kepala dan punggung, sehingga korban langsung jatuh.

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Edwin Humokor, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya sengaja menggelar reka ulang di halaman Mapolresta.

"Rekonstruksi ini sengaja digelar di halaman Mapolresta Manado untuk mencegah dari hal hal yang tidak diinginkan, dan tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara," kata Edwin.

Advertisement

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku menikam korban Brando di depan SMP Dominiko Bumi Beringin, Manado, Senin (8/8) dini hari, sekitar pukul 00.30 WITA.

Saat itu, korban bermaksud mengantar salah seorang temannya di gang Majalah, Teling, usai mengakses internet di kawasan Bumi Beringin. Dalam perjalanan, korban berpapasan dengan pelaku dan temannya yang berboncengan sepeda motor.

Diduga karena pernah terjadi perselisihan, pelaku berbalik arah dan mengejar korban. Korban yang takut langsung lari dan meninggalkan sepeda motornya. Namun nahas, korban disusul pelaku di TKP. Pelaku langsung menikam korban dari arah belakang dan langsung melarikan diri.

Meski sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUP Prof. Kandow Malalayang, nyawa korban tak terselamatkan. Korban meninggal pada hari yang sama, sekitar pukul 12.30 WITA, akibat luka tikaman di bagian belakang.

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.