Rekonstruksi Diksar UII, ayah korban emosi tak bertemu tersangka
Rekonstruksi Diksar UII, ayah korban emosi tak bertemu tersangka. "Saya ke sini jauh-jauh dari Lombok sangat kecewa. Mereka para tersangka kok tidak diikutsertakan dalam rekonstruksi ini. Kok malah diganti peran pengganti. Saya tidak mau ngapa-ngapain, kalau mereka ada di sini, saya ingin tahu wajahnya."
Penyidik Polres Karanganyar menggelar rekonstruksi kasus kekerasan saat Diksar Mapala UII Yogyakarta. Orangtua korban Ilham Nurfadmi Listia Adi (20), Syafi'i mendatangi lokasi.
Dia melihat proses rekonstruksi di lokasi kejadian di Lereng Selatan Lawu, Dukuh Tlogodlingo, Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar. Syafi'i tampak seksama mengikuti setiap adegan yang diperankan para saksi.
Dia kecewa karena dua tersangka tidak dihadirkan. Padahal, warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu hanya ingin mengetahui atau melihat wajah kedua tersangka.
"Saya ke sini jauh-jauh dari Lombok sangat kecewa. Mereka para tersangka kok tidak diikutsertakan dalam rekonstruksi ini. Kok malah diganti peran pengganti," tandas Syafi'i.
"Saya tidak mau ngapa-ngapain, kalau mereka ada di sini, saya ingin tahu seperti apa wajahnya, seperti apa seremnya kenapa mereka kok jahat sekali," keluhnya lagi.
Wakapolres Karanganyar, Kompol Prawoko, mengatakan, ketidakhadiran dua tersangka, yakni Angga dan Wahyudi karena alasan teknis penyidik. Sehingga mereka digantikan peran pengganti.
"Memang ada peran pengganti, tapi tidak mengurangi esensi jalannya rekonstruksi," pungkas dia.
Baca juga:
Rekonstruksi kasus Diksar Mapala UII terhambat kabut tebal
Rekonstruksi Diksar UII digelar tanpa dua tersangka
Peserta rekonstruksi Diksar Mapala UII perankan 55 adegan
Polisi akan kembali tetapkan tersangka baru kasus Diksar Mapala UII
Cari tersangka baru, polisi kembali periksa 13 peserta Mapala UII