Motif Adnan bunuh Anggi karena ikut campur pembagian hasil ponsel curian
"Kemudian Anggi mendengar, karena merasa tidak suka akhirnya menegur tersangka ADN alias AGM, jangan marah-marah di sini, nanti kamu saya tusuk. Tersangka ini kemudian kabur," ujarnya.
Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Sartono menjelaskan motif Adnan (23) membunuh Anggi (30) lantaran dendam. Pembunuhan terjadi di Jalan Mahakam, tepatnya depan warung Bakso Bujanga, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/5) malam.
Peristiwa bermula saat Adnan terlibat adu mulut atau cekcok dengan temannya bernama Fajar. Cekcok keduanya terkait pembagian hasil curian sebuah telepon seluler. Karena selain berprofesi sebagai pengamen, tersangka juga memiliki hobi mencopet di jalanan.
"Iya dendam itu, jadi di hari yang sama pada jam 8 malam, korban menegur tersangka. Karena mereka ribut pembagian curian handphone itu," kata Budi di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (22/5).
Mengetahui Adnan dan Fajar cekcok, lanjut Budi, korban pun saat itu langsung menegur Adnan. pelaku berdalih sempat diancam akan dibunuh.
"Kemudian Anggi mendengar, karena merasa tidak suka akhirnya menegur tersangka ADN alias AGM, jangan marah-marah di sini, nanti kamu saya tusuk. Tersangka ini kemudian kabur," ujarnya.
Tak terima dengan ancaman Anggi, Adnan pun langsung mencari korban yang saat itu korban sedang makan bakso bersama dengan anak dan isteri Nurjanah di warung Bakso Bujanga, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/5) malam.
Karena sudah merasa kesal dengan korban, akhirnya Adnan pun gelap mata dan langsung menusukkan senjata tajam yang ia bawa itu ke tubuh korban sebanyak dua kali. Karena mendapat tusukan sebanyak dua kali, korban langsung dibawa ke rumah sakit. Tapi nahas, nyawanya korban pun tak tertolong.
"Ini ternyata memendam dendam. Lalu pukul 23.00 malam tersangka mendatangi korban yang sedang makan bersama istrinya di depan Bakso Bujangan, langsung ditusuk dari belakang tepatnya di punggung sebanyak dua kali," jelasnya.
Alasan Adnan nekat menusuk korban yang merupakan seniornya itu lantaran karena dendam. Karena saat itu Anggi sempat ikut campur masalah Adnan dengan Fajar terkait soal pembagian hasil handphone curian.
"Lalu Anggi marahin saya, tarik baju saya, terus saya lari, saya ambil pisau, dan saya tusuk dia. Dia (Anggi) senior saya pak. Sudah kenal sejak 2008," tandasnya.
Atas perbuatannya, Adnan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuyan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Tersangka terancam hukuman selama 15 tahun penjara.
Baca juga:
Selama buron, pembunuh Anggi nyamar jadi tukang becak di Palembang
Polisi bekuk pembunuh Anggi yang ditikam di depan istri dan anak
Diduga stres ditinggal istri, anak bunuh ayah pakai gunting
Pembunuh wanita kakinya menyembul di makam guru spiritual suami korban
5 Pembunuh pasutri lansia dibekuk, tiga pelaku remaja di bawah umur
Tak terima diceraikan istri, petani di Banyuasin bunuh mertua