Rebut Piala Kapolri, Polda Kaltim Kirim Dua Pemural ke Jakarta
Di Balikpapan, Festival Mural memperebutkan Piala Kapolda Kaltim diikuti 16 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Tujuannya festival itu bukan tanpa alasan.
Polda Kalimantan Timur mengirimkan dua pemural warga Balikpapan ke Jakarta untuk memperebutkan Piala Kapolri. Keduanya terpilih setelah melalui seleksi ketat di Balikpapan.
Wakil Kapolda Kalimantan Timur, Brigjen Haryanto mengatakan, wakil Kalimantan Timur itu memang dinilai terbaik dan pantas mewakili ke Jakarta untuk mengikuti Bhayangkara Mural Festival 2021.
"Festival Mural diadakan pada tingkat Mabes Polri hingga tingkat daerah, kami mengirimkan dua peserta untuk ikut di tingkat Mabes Polri untuk memperebutkan Piala Kapolri," katanya di tengah berlangsungnya Festival Mural Polda Kaltim di kawasan Gajah Mada Balikpapan, Sabtu (30/10)
Di Balikpapan, Festival Mural memperebutkan Piala Kapolda Kaltim diikuti 16 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Tujuannya festival itu bukan tanpa alasan.
"Ini untuk menampung hobi masyarakat, hobi mural, supaya kreativitas mereka tersalurkan dan agar tidak membuat lukisan di tempat yang mungkin dilarang," ujarnya.
"Seni mural di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak kelebihannya. Banyak misalnya, di kafe, memerlukan keahlian para perupa mural. Termasuk di hotel dan tempat hiburan. Di kendaraan truk itu ada mural juga kan? Ada nilai ekonomis juga," tambah Haryanto.
Masih disampaikan Haryanto, seni mural merupakan bentuk ekspresi seseorang, baik kritik dan pendapat, yang diwujudkan ke dalam bentuk gambar.
"Ini juga bentuk sosialisasi Polri tidak boleh anti kritik. Kita terima semua masukan saran, kita melihat kritik itu obat. Memang rasanya pahit tapi bisa menyembuhkan. Jadi kritik kita terima sebagai masukan agar Polri jauh menjadi lebih baik," pungkasnya.
Untuk diketahui, Bhayangkara Mural Festival 2021 bertema ‘Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi COVID-19‘, digelar di Lapangan Bhayangkara, Jakarta. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, lomba mural ini merupakan bukti bahwa Polri dan pemerintah tidak antikritik serta menghormati kebebasan berekespresi.
Baca juga:
Mural Kritik Polisi Hiasi Dinding Lapangan Bhayangkara Mabes Polri
Kapolri Berharap Seni Mural Bantu Polri Lebih Baik dan Dekat dengan Masyarakat
Kapolri Sebut Peserta Lomba Mural Sempat Sedikit karena Ada Isu Tak Benar Beredar
Kapolri Mempersilakan Peserta Membuat Karya Mural Kritikan Kepada Polri
Kapolri Persilakan Peserta Lomba Mural Kreasikan Kritikan ke Polri