LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

Reaksi Kemlu RI Kapal Tanker Iran Lolos Blokade AS dan Lewat Perairan Indonesia

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa Indonesia terikat oleh ketentuan UNCLOS 1982.

Selasa, 05 Mei 2026 15:19:00
iran
Ilustrasi kapal tanker. (Dok. Pixabay/weeksymate) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Platform intelijen maritim independen, TankerTrackers, melaporkan bahwa dua kapal tanker besar (supertanker) asal Iran berhasil menghindari blokade yang diterapkan oleh Amerika Serikat (AS) dan terdeteksi melintasi perairan Indonesia. Kapal tanker pertama, yang bernama HUGE (9357183), berhasil terpantau kembali di Selat Lombok pada Minggu, (3/5/2026), melalui citra satelit setelah mematikan sinyal AIS sejak bulan Maret.

Penampakan ini menandai kembalinya kapal tersebut setelah hilang dari radar. Kapal itu terpantau melintasi Selat Lombok menuju kawasan Kepulauan Riau.

"Ada sebuah kapal tanker super tipe VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) yang mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah (dengan nilai hampir USD 220 juta) dan berhasil menghindari Angkatan Laut AS hingga mencapai kawasan Timur Jauh," tulis TankerTrackers di platform media sosial X.

Sementara itu, kapal kedua bernama "DERYA" terdeteksi pada Senin (4/5). Menurut pemantauan terbaru, kapal ini mengikuti rute yang sama, melintasi Selat Lombok menuju Kepulauan Riau.

Advertisement

"Dua puluh empat jam telah berlalu sejak sebuah kapal tanker super tipe VLCC milik NITC memasuki Selat Lombok di Indonesia dengan membawa minyak mentah Iran. Kini, kapal tanker kedua bernama 'DERYA' (9569700) juga melakukan hal yang sama. Kapal ini sebelumnya mencoba mengirimkan sekitar 1,88 juta barel minyak ke India pada pertengahan April, saat masa kelonggaran sanksi, namun upaya tersebut tidak berhasil," tulis TankerTrackers di X pada Senin.

"Setelah itu, kapal tersebut terpantau melanjutkan pelayarannya ke arah selatan, pada saat kapal-kapal sejenis lainnya di kawasan itu justru diarahkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Saat ini, 'DERYA' sedang dalam perjalanan menuju titik pertemuannya di kawasan Kepulauan Riau."

Advertisement

Reaksi Kemlu RI

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi bahwa Indonesia telah mencatat keberadaan kapal-kapal asing di perairan nasional.

"Aturan navigasi di perairan manapun, termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing zona maritim," demikian ditegaskan juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam pernyataan tertulis kepada awak media pada Selasa (5/5).

"Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus melakukan koordinasi internal dan memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional."

Advertisement

"Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat," tambahnya.

Berita Terbaru
  • FOTO: Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur pada Puncak Waisak 2570 BE
  • Jusuf Kalla Kenang Jenderal Ryamizard Ryacudu: Kontribusi Besar bagi Pertahanan Negara
  • Wisata Paralayang Gorontalo Utara di Puncak Dunu Dongkrak Kunjungan Turis
  • Polda Papua Gelar Operasi Sikat Cartenz 2026, Berantas 1.076 Kasus 3C
  • Bupati Banjar Perkuat Akurasi Data Stunting untuk Intervensi Tepat Sasaran
  • amerika serikat
  • berita update
  • iran
  • kapal tanker iran
  • kemlu ri
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.