LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Reaksi Gubernur Lukas Enembe Ditolak Masuk Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Soal teriakan referendum Papua, Lukas mengaku sudah sering diterima di mana-mana. Hal itu juga sudah dilaporkannya ke Presiden Jokowi sebagai kepala negara.

2019-08-27 22:08:20
bentrokan Papua
Advertisement

Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku kecewa ditolak masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Meski sempat diteriaki oleh penghuni asrama, dia menegaskan bumi Papua tetap bagian dari Indonesia.

Pernyataan Gubernur Lukas ini disampaikannya di Hotel Grand Dafam, tempatnya menginap didampingi oleh Gubernur Khofifah dan Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan.

Lukas menyatakan sudah mengutus stafnya untuk berkomunikasi dengan para mahasiswa Papua sebelum datang ke asrama. "Saya punya staf sejak kemarin di sini, baik Papua maupun Papua Barat," ujarnya, Selasa (27/8).

Advertisement

Tidak hanya para stafnya, dia menyebut orang tua dari para penghuni asrama tersebut juga sempat ada di Surabaya. Bahkan, ada orang tua yang berstatus sebagai anggota DPR, tapi tetap ditolak.

"Bahkan orang tua anak-anak ada di sini, orang tua anggota DPR, tapi tetap tidak mau keluar," tambahnya.

Disinggung soal data para penghuni asrama Papua, apakah murni hanya para mahasiswa atau non-mahasiswa, Lukas menyatakan tidak mengetahuinya. Dia mengaku tidak memiliki data mengenai hal itu.

Advertisement

"Saya tidak tahu berapa jumlahnya. Apakah mereka masih mahasiswa atau orang lain saya belum tahu," katanya.

Soal teriakan referendum, Lukas mengaku sudah sering diterima di mana-mana. Hal itu juga sudah dilaporkannya ke Presiden Jokowi sebagai kepala negara.

"Saya sudah laporkan ke Jokowi, kepala negara. Itu tugas kepala negara. Tapi sebagai kepala daerah saya kecewa dengan sikap seperti itu. Kalau bicara soal referendum itu bukan dengan gubernur, tapi dengan negara. Gerakan Papua merdeka tidak ada, Papua merdeka itu di Papua sana. Dan Papua tetap bagian dari Indonesia," tutupnya.

Baca juga:
Panglima TNI Dialog dengan Masyarakat Papua Bahas Insiden di Surabaya dan Malang
Gubernur Papua dan Jatim Gelar Upacara Adat Bakar Batu di Surabaya
Gubernur Lukas Enembe Ditolak Penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya
Fahri Hamzah: Jangan Tiap Ada Kekacauan Blokir, Ngomong, Hadapi Rakyat
Panglima TNI: 2 Prajurit Diperiksa Terkait Rasisme Papua Berstatus Terperiksa

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.