Razia lokalisasi bocor, hanya 1 PSK tertangkap
"Dalam operasi ini, kami temukan beberapa mucikari yang masih biarkan PSK-nya beroperasi di bulan puasa," ujar Dari.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Jawa Timur merazia dua lokalisasi di Tambak Asri dan Dupak Bangun Sari dini hari tadi. Dalam gelar razia itu, seorang pekerja seks komersial (PSK) berhasil lolos dari sergapan petugas.
Kepala Bidang Operasional Satpol PP Kota Surabaya, Dari mengatakan, gelar razia yang dilakukan di dua lokasi ini, pihaknya masih menemukan beberapa beberapa mucikari 'nakal.'
"Dalam gelar operasi ini, kami menemukan beberapa mucikari yang masih membiarkan para PSK-nya beroperasi di bulan puasa," terang Dari.
Indikasi itu terlihat ketika mobil Satpol PP memasuki kawasan Tambak Asri. Tampak seorang wanita lari terbirit-birit karena mengetahui razia Satpol PP. Sayang usaha wanita yang diduga PSK itu gagal. Dia ditangkap dan digiring ke truk.
Tak berhenti di sini, ketika melakukan penyisiran di sepanjang jalan hingga lapangan Tambak Asri, petugas juga menemukan satu perempuan yang juga diduga PSK masih berkeliaran. Saat hendak ditangkap dia melarikan diri.
Kali ini, petugas kalah gesit dengan buruannya itu. Sang buruan lari menghilang di antara warung-warung serta gang-gang rumah penduduk.
Upaya berikutnya, Satpol PP menyisir seluruh rumah yang ada di lokalisasi Dupak Bangun Sari. Di tempat ini, petugas Satpol PP menemukan rumah yang difungsikan sebagai cafe bernama Merpati.
Sayang, petugas tidak berhasil menemui si pemilik rumah yang bernam Bukhori, warga Pesapen. Karena tidak berada di tempat.
"Kali ini ada dua lokalisasi yang kami sisir, ada satu PSK yang kami tangkap dan satu lagi lolos dari kejaran kami. Operasi ini merupakan mandat Ibu wali kota sebagai upaya penertiban selama bulan Ramdan," pungkas Dari.(mdk/did)