Razia begal, Satpol PP temukan pelajar bawa pil koplo
Obat-obatan terlarang tersebut ditaruh di dalam tas sekolah.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menggelar razia PNS dan pelajar di sejumlah lokasi dan di tempat perbelanjaan.
Meski sasaran utama razia ini memprioritaskan antisipasi begal, namun petugas justru mendapati 2 orang pelajar SMK yang membawa sejumlah pil koplo jenis dixtro. Obat-obatan terlarang tersebut ditaruh di dalam tas sekolah.
Selanjutnya kedua pelajar berinisial LK dan HV diberikan pembinaan khusus dari petugas Satpol PP. Selain kedua pelajar tersebut, petugas juga menemukan puluhan siswa lainnya. Mereka berasal dari beberapa sekolah SMA dan SMK di Sragen ini, dikumpulkan di halaman depan kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan nama dan sekolah masing-masing.
"Mereka juga diberi bimbingan mental agar tidak mengulangi perbuatannya lagi, membolos dan membawa atau mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang. Yang paling utama dalam pembinaan tersebut kami fokuskan pada pengaruh tindak kriminalitas di lingkungan sekolah, seperti pemalakan dan pembegalan," ujar Kartanto, petugas Satpol PP kepada wartawan, Jumat (6/3).
Sementara itu LK, pembawa pil koplo mengaku membeli barang haram tersebut dari seseorang yang tidak dikenalinya. "Saya beli Rp 10 ribu dapat 4 butir," katanya.
Sedangkan HV mengaku melakukan transaksi seharga Rp 25 ribu dengan seseorang yang tak dikenalnya di pinggir sawah. Dengan uang tersebut dia mendapat 10 butir. "Saya mengonsumsi pil baru satu bulan," ucapnya.
"Razia ini akan kami gelar rutin, sasarannya adalah PNS dan pelajar. Ini untuk mencegah pengaruh tindakan kriminal terhadap pelajar, sementara untuk razia PNS, agar para pegawai tidak keluyuran di pasar maupun di pusat perbelanjaan saat jam kerja," imbuh Kartanto.
Sedangkan kedua pelajar yang kedapatan membawa pil koplo, lanjut dia, akan diberi pembinaan khusus. Mereka akan diserahkan ke Dinas Pendidikan, untuk diserahkan para siswa ke sekolahannya masing-masing.
Baca juga:
Sering kerja lembur, penyiar radio konsumsi sabu
Polres Kediri Kota sita ratusan ribu double L dari 4 bandar
Ini sosok Oscar Trevino, gembong narkoba Meksiko senilai Rp 25 M