Rayakan Seba, Ribuan Warga Baduy akan Turun Gunung di Bulan Mei
Ribuan warga adat Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten akan turun gunung melaksanakan perayaan Seba pada 4 Mei. Ritual ini sudah berlangsung sejak sebelum zaman Kesultanan Banten.
Ribuan warga adat Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten akan turun gunung melaksanakan perayaan Seba pada 4 Mei. Ritual ini sudah berlangsung sejak sebelum zaman Kesultanan Banten.
Perayaan Seba ini akan diikuti warga Baduy Luar dengan mengenakan baju adat warna hitam-hitam dan ikat kepala warna biru. Baduy Dalam akan mengenakan pakaian ciri khasnya putih-putih dan ikat kepala putih, kemudian akan berjalan kaki ratusan kilometer.
Dalam bahasa Baduy, Seba berarti seserahan. Maka Seba Baduy adalah ritual seserahan hasil bumi serta melaporkan berbagai kejadian yang telah berlangsung setahun terakhir di suku Baduy kepada Ibu Gede dan Bapak Gede, yakni Bupati Lebak dan Gubernur Banten.
"Dari desa hari Sabtu ke Pendopo Pemkab Lebak, ke Pemprov hari mingggu. Baduy Dalam jalan kaki, Baduy Luar pakai truk," kata Pemangku Adat Baduy Jaro Saija yang juga kepala Desa Kanekes, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak saat dikonfirmasi, Kamis (25/4).
Selain memberikan seserahan berupa hasil tani, dalam ritual ini juga terjadi dialog budaya antara masyarakat Baduy Dalam, Baduy Luar, dan para panggede atau pejabat daerah Banten. Dalam dialog budaya inilah masyarakat adat dari Baduy Dalam dan Baduy Luar menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan dan lingkungan.
"Seba setahun sekali wajib dilaksanakan oleh masyarakat Baduy ada ritualnya ada acara sakralnya," katanya.