Rawan tumbang, 300 pohon di Kota Bogor dicek kesehatan & diberi KTP
Pemeriksaan kesehatan pohon dilakukan dengan menggunakan alat Sonic Tomograph
Pemkot Bogor bersama Balai Penelitian Pengembangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melakukan pemasangan KTP atau tanda terhadap 300 pohon yang disinyalir rawan tumbang di beberapa ruas jalan protokol di Kota Bogor, Selasa (09/08).
Hal ini karena selain sebagai wujud mendukung Kota Bogor menuju kota yang lebih baik, indah dan nyaman, dengan menggandeng Balitbang Kementerian LHK ini juga bagian dari antisipasi terjadinya bencana pohon tumbang saat musim hujan.
Sebelum diberi KTP, tim melaksanakan pemeriksaan 'kesehatan' bagi pohon-pohon yang tersebar di pusat Kota Bogor. Pemeriksaan dengan menggunakan alat Sonic Tomograph. Lewat pengecekan pohon ini akan terlihat kondisi dalamnya, apakah sehat atau tidak.
"Usai diperiksa nantinya pohon-pohon tersebut akan terlihat kondisinya. Jika sehat akan diberi kartu dan KTP yang berisi data terkait pohon tersebut,"" kata Wali kota Bogor Bima Arya yang menyaksikan langsung proses pemeriksaan pohon.
Nantinya, sambung Bima, Tim Litbang akan memberikan rekomendasi. Untuk pohon yang sehat ditempeli kartu warna hijau, kurang sehat warna kuning, dan tidak sehat ditempel kartu merah.
"Untuk yang mendapat kartu warna merah akan diambil tindakan atau eksekusi sesuai rekomendasi," jelas Bima.
Sementara itu Peneliti Senior Ahli Tanah dan Karbon Badan Litbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prof Chairil Anwar Siregar mengungkapkan keberadaan pohon tidak hanya dari segi estetikanya saja tapi juga fungsi konservasi dan karbonisasi. Chairil menambahkan, untuk tahap pertama ada 300 pohon yang akan diperiksa dan mendapat KTP.
"Diutamakan pohon-pohon yang berada di jalan protokol atau publik area. Umumnya pemeriksaan satu pohon membutuhkan waktu tidak lebih dari 30 menit, tapi tergantung kondisi pohonnya juga," terang Chairil.(mdk/hhw)