Rawan Penyebaran Corona, Tempat Hiburan Malam di Bandung Ditutup Sementara
Emil, sapaannya, berharap pengertian pengusaha tempat hiburan dan menaati imbauan penutupan selama wabah virus Corona masih ada. Aparat keamanan, katanya, akan berpatroli memastikan imbauan tersebut dilaksanakan.
Tempat hiburan malam yang ada di Jawa Barat harus ditutup sementara sebagai bagian dari upaya pencegahan virus corona (Covid-19). Selain itu, kebijakan social distancing (pembatasan aktivitas dan interaksi sosial) harus dijalankan dengan penuh komitmen.
"Hari ini kepolisian ke media sudah melaporkan hiburan malam ditutup semuanya," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (21/3).
Alasannya, tempat hiburan malam banyak didatangi tamu dari luar daerah dan berpotensi untuk memperluas penularan virus. Terlebih, virus corona ini sangat cepat penyebarannya melalui interaksi sosial.
Apalagi ada fakta, banyak orang yang dinyatakan positif terpapar virus corona meski terlihat sehat ataupun tidak menunjukkan gejala.
Emil, sapaannya, berharap pengertian pengusaha tempat hiburan dan menaati imbauan penutupan selama wabah virus Corona masih ada. Aparat keamanan, katanya, akan berpatroli memastikan imbauan tersebut dilaksanakan.
"Mengurangi tingkat penyebaran ini kuncinya satu, yaitu disiplin. Social distancing ini tidak nyaman tapi gimana lagi," ucap dia.
Baca juga:
Seorang Pasien Positif Corona di Batam Meninggal Dunia
Dinkes Minta Orang yang Kontak dengan Kajari Bantul untuk Mengisolasi Diri
Pemkab Blitar Lacak Orang yang Pernah Kontak dengan Pasien Positif Corona
Skenario Ridwan Kamil Siapkan Hotel untuk Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Corona
41 Warga Jatim Positif Corona, Kebijakan Belajar di Rumah Diperpanjang
Satu Juta Masker Gratis untuk Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Emil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mendistribusikan lebih kurang satu juta masker untuk masyarakat melalui puskesmas. Tetapi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkannya secara gratis.
Menurutnya, pola pembagian masker ke puskesmas tersebut akan menggunakan konsep skala prioritas. Artinya, Puskesmas yang berada di daerah terpapar virus corona (covid-19) mendapat jatah terbanyak. Daerah tersebut di antaranya Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung Raya.
"Tapi untuk tahap satu didahulukan kepada mereka yang sakit atau yang bergejala sakit dan prosedur memintanya di Puskesmas," katanya.
Oleh karena itu, dia meminta seluruh puskesmas mengajukan permintaan. Setelah semua selesai, pada Senin (23/3) pekan depan, masker dikirimkan melalui koordinasi Dinas Kesehatan dan PT Pos.
Pola distribusi melalui puskesmas dianggap lebih efektif. Karena unit kesehatan tersebut lebih dekat dan mudah untuk menjangkau masyarakat, sekaligus dianggap bisa memastikan kondisi sakit atau tidaknya pemohon masker melalui verifikasi.
"Sebenarnya idealnya semua dibagikan (masker), tapi dengan keterbatasan tadi jumlah penduduk Jabar 50 juta jiwa secara matematika tidak mungkin," ucap Kang Emil.
"Maka kita salurkan di tahap satu ini untuk petugas kesehatan dan mereka yang bergejala sakit dulu," pungkasnya.