Ratusan warga Pasuruan istighosah tuntut hak tanah
Mereka duduk bersila sambil memanjatkan doa-doa di bawah terik matahari di depan Kantor Gubernur Jawa Timur.
Ratusan warga Desa Sumberanyar, Dusun Curah Timo, Nguling, Pasuruan, Jawa Timur menggelar istighosah di pinggir Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Gedung Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (9/7) siang.
Warga Pasuruan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Tani Sumberanyar (FKTS) itu menuntut pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk segera menindaklanjuti permasalahan sengketa tanah di Desa Sumberanyar, Pasuruan.
Diceritakan, sengketa tanah itu bermula pada tahun 1961. Saat itu, TNI AL ingin menggunakan lahan seluas 500 hektar di Desa Sumberanyar untuk Gudang Senjata dan latihan tempur.
Pihak TNI AL, yang diwakili KKO menggelar negosiasi dengan tokoh masyarakat Desa Sumberanyar. Namun, warga menolak karena menganggap tanah tersebut adalah warisan nenek moyang mereka untuk hajat hidup warga sekitar.
"Kemudian, tahun 1992, tiba-tiba muncul sertifikat hak pakai TNI AL yang diperuntukkan untuk pemukiman," keluh Koordinator Aksi, Lasminto.
Untuk itu, lanjut dia, warga ingin pemerintah, dalam hal ini Pemprov Jatim memfasilitasi untuk pertemuan dengan pihak BPN Jawa Timur, BPN Pasuruan, Lantamal V Surabaya dan Biro Hukum dan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.
Selanjutnya sekitar pukul 12.30 WIB, setelah beberapa menit menggelar orasi politiknya, sekitar 20 perwakilan warga diizinkan masuk ke Kantor Gubernur untuk melakukan mediasi bersama-sama dengan pihak terkait.
Sementara, ratusan massa yang lain, melakukan gelar istighosah di pinggir jalan. Mereka duduk bersila sambil memanjatkan doa-doa di bawah terik matahari.
Sejumlah polisi terlihat berjaga-jaga di depan Kantor Gubernur. Meski mereka terlihat santai dan duduk-duduk, pandangan mereka tetap waspada untuk mengawasi situasi.(mdk/ren)