LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ratusan ton cabai & bawang impor India ditimbun di dua gudang

Ratusan ton cabai & bawang impor India ditimbun di dua gudang. Dari 2 tempat ini ada kurang lebih 265 ton cabai merah kering yang diduga ditimbun. Kemudian 3 ton bawang bombay dan 89 ton bawang putih salju, yang diduga masuk dari India.

2017-05-23 14:42:00
Cabe
Advertisement

Polisi masih mendalami kasus dugaan penimbunan ratusan ton cabai dan bawang di dua gudang yang ada di Medan, Sumatera Utara. Komoditas itu ditengarai diimpor dari India.

Ribuan karung cabai merah kering, bawang bombay dan bawang putih itu masih tersusun rapi di gudang PT Logistik Pendingin Indonesia di Jalan KL Yos Sudarso Gang Perwira dan Jalan Kayu Putih, Medan. Kedua gudang kini dipasangi garis polisi.

Dalam gudang, cabai merah disimpan di ruangan dengan mesin pendingin. Sementara sebagian bawang putih masih berada di dalam kontainer.

Advertisement

"Dari 2 tempat ini ada kurang lebih 265 ton cabai merah kering yang diduga ditimbun. Kemudian 3 ton bawang bombay dan 89 ton bawang putih salju, yang diduga masuk dari India," jelas Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat meninjau gudang yang diduga sebagai lokasi penimbunan, Selasa (23/5).

Petugas masih menyelidiki dokumen ketiga komoditas yang ditemukan dalam gudang. Selain pelanggaran impor, polisi juga mendalami dugaan penimbunan, karena barang-barang itu sudah lebih tiga bulan disimpan di sana.

"Ada dugaan kuat, tapi masih pemeriksaan, adanya penimbunan, karena barang ini sudah masuk pada 2016 di tengah harga sembako di beberapa wilayah naik-turun," papar Rycko.

Advertisement

Penimbunan yang dilakukan dipastikan berdampak ke pasar. Tingginya permintaan akan mendongkrak harga. Pemilik gudang masih diperiksa polisi. Rycko meminta masyarakat bersabar hingga penyelidikan tuntas.

"Penyelidikan kami sedang berlangsung. Beri kami waktu, penyelidik dan penyidik kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan dokumen," jelas Rycko.

Jenderal bintang dua ini memastikan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dalam distribusi barang. "Terutama barang-barang sembako menjelang Ramadan," ucap Rycko.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.