LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ratusan Siswa Serbu Pameran Seni di Banyuwangi

Pameran seni lukis, fotografi, dan seni patung bakal berlangsung hingga 11 November 2019. Sedikitnya ada 140 seniman dan 25 fotografer yang terlibat dalam pameran seni yang bertajuk LARAS ini.

2019-11-04 16:44:13
Berita Banyuwangi
Advertisement

Pameran seni lukis fotografi, dan seni patung yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Gedung Wanita tampak dihadiri ratusan siswa sejak pagi. Para siswa tampak semangat mendokumentasikan, bertanya hingga mengamati ratusan karya seniman nasional, Banyuwangi dan fotografer komunitas Banyuwangi Photography Community (BPC).

Guru Seni Budaya, SMPN 2 Rogojampi, Anang Masrianto berinisiatif mengajak ratusan siswanya untuk datang melihat pameran seni di Gedung Wanita. Setiap setahun sekali, di sekolahnya memiliki program belajar di luar kelas, agar para siswa lebih mudah memahami materi pelajaran tidak hanya di dalam teks pelajaran.

"Di ruangan belajar teori, mereka bisa lihat langsung. Minimal Anak-anak ini imajinasi nya bisa terbangun," kata Anang saat mengantar siswanya, Senin (4/11).

Advertisement

Pameran seni lukis, fotografi, dan seni patung bakal berlangsung hingga 11 November 2019. Sedikitnya ada 140 seniman dan 25 fotografer yang terlibat dalam pameran seni yang bertajuk LARAS ini.

©2019 Merdeka.com

Advertisement

Sebelum berkunjung ke gedung pameran, Anang mengajak 100 lebih siswanya ke Museum Blambangan dan Bangunan bersejarah Inggrisan yang pernah menjadi kantor dagang dan telegraf di era pemerintahan Inggris.

"Ini rangkaian perjalanan, kemudian mampir ke sini karena kebetulan ada pameran ini. Hari ini 100 lebih siswa, besok ada lagi 100 siswa yang kami ajak ke sini," ujarnya.

Anang menambahkan, pameran seni yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sangat membantu memberikan wawasan edukatif buat para siswa. Apalagi di sekolah, Anang juga telah memberi bekal materi seni lukis dan kerajinan.

"Ini sangat membantu kami agar wawasan siswa bertambah, karena setiap tahun di sekolah kami juga menggelar pameran seni budaya karya siswa. Nanti bakal digelar lagi bulan April 2020," jelasnya.

Tidak hanya melihat, para siswa juga dituntut untuk menangkap materi apa yang bisa dipelajari di luar kelas dengan membuat laporan dalam bentuk foto dan tulisan.

Ratusan siswa tersebut datang bersama guru-gurunya menggunakan 10 mobil angkutan umum. "Kami datang ke sini inisiatif pribadi. Setelah ini ke pantai boom buat refreshing, setelah itu pulang," katanya.

Pameran lukisan, patung dan fotografi di Banyuwangi menghadiri karya milik Mozes Misdy, S Yadi K, Elyeser dari Banyuwangi, BJ Arifin (Yogyakarta), Edi Sugiono (Jember), I Nyoman Wandira (Ubud, Bali), Hugo J van Reijen (Bali), dan Edy Sanjaya (Blitar).

Juga para pemahat patung seperti Suhartono (Jakarta), Slamet Sugiono, Adi Sucipto, Reni Agustin, KRT Ilham Triadinagoro, hingga Slamet Riyadi.

Ketua panitia kegiatan pameran, Slamet Sugiono menjelaskan pameran merupakan manifestasi dari harmonisasi. Para seniman membutuhkan ruang dan panggung apresiasi dari karya karyanya.

"Event ini adalah bentuk harmonisasi antara pemerintah, seniman dan budayawan, masyarakat, serta para pemerhati seni," ujar Slamet.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan hadirnya pelaku seni di Banyuwangi membawa kebaikan bagi daerah. Menurut dia, pariwisata yang tumbuh tanpa disertai campur tangan seniman akan terasa hampa.

"Seni-lah yang memperkaya pariwisata kami. Untuk itu kami memberi ruang agar karya-karya kreatif para perupa bisa terus tumbuh," kata Anas.

Anas pun berharap agar seni lukis, fotografi, dan seni patung menjadi bagian dari perkembangan pariwisata Banyuwangi.

"Kami ingin ini bisa menjadi bagian dari destinasi. Orang bisa melihat, belajar, diskusi, dan membeli dari tempat ini. Pengelola hotel dan restoran bahkan sudah kami imbau untuk menampilkan karya khas Banyuwangi di tempatnya. Mereka bisa membeli di ajang ini," kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas juga menyampaikan bahwa pemkab tengah mempersiapkan Gedung Juang sebagai venue bagi para seniman. Gedung yang terletak di Jl. Veteran tersebut kini sedang dipugar dengan menggandeng arsitek Adi Purnomo, yang juga merancang Pendopo Banyuwangi dan Taman Blambangan.

Gedung Juang bakal dilengkapi sebuah amfiteater yang bisa menjadi lokasi untuk pentas rakyat.

"Ini akan menjadi tempat bagi para seniman untuk berkumpul dan berkesenian salah satunya. Di area sekitar Gedung Juang juga sedang kami tata, seperti Gedung Inggrian dan Gesibu sehingga ke depan kawasan tersebut akan menjadi salah satu jujugan wisatawan," kata Anas.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.