Ratusan santri di Kudus dukung penetapan hari santri nasional
Dengan adanya penetapan 1 Muharam sebagai hari santri nasional, diharapkan peran santri bisa diketahui secara nasional.
Ratusan santri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan aksi dukungannya terhadap penetapan hari santri nasional pada 1 Muharram. Aksi ratusan santri dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Kudus itu, dimulai sekitar pukul 16.00 WIB di Alun-alun Kudus.
Para santri memulai aksi dari Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus yang ada di Jalan Pramuka yang jaraknya dengan Alun-alun Kudus sekitar satu kilometer.
Selain menggelar orasi, para santri itu juga mengusung sejumlah spanduk dan poster bertuliskan "Dukungan penetapan hari santri nasional dan kecaman terhadap pernyataan sinting salah seorang politisi".
Aksi tersebut, juga sempat membuat arus lalu lintas tersendat, beruntung aparat kepolisian yang diterjunkan bertindak cepat mengatur arus lalu lintas. Koordinator Barisan Santri Nusantara, Saiful Anas, pada kesempatan itu juga menyatakan dukungannya terhadap penetapan 1 Muharram sebagai hari santri nasional.
"Pengusulan ide ini bukan tanpa sebab. Jika menengok sejarah bangsa ini, para kiai, santri dan pondok pesantren merupakan pilar penguat bangsa mulai dari zaman pra kemerdekaan hingga kini," ujar Saiful, seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/7).
Ide pengusulan hari santri, bukan dari calon presiden nomor urut dua, melainkan sudah sejak lama didengungkan dan pada era Abdurrahman Wahid menjabat presiden kembali didengungkan.
Saiful menegaskan, turunnya ratusan santri ke jalan hari ini (3/7), tidak terkait dengan politik, melainkan keinginan para santri sendiri untuk turun ke jalan guna menyampaikan dukungannya terhadap hari santri.
"Kami juga tidak sepakat dengan perkataan 'sinting' dari seorang politisi yang menganggap dari partai Islam, karena saat ini merupakan bulan ramadan," ujar Saiful, dan dia meminta politisi tersebut untuk meminta maaf secara terbuka kepada para kiai dan santri.
Dengan adanya penetapan 1 Muharam sebagai hari santri nasional, diharapkan peran santri juga bisa diketahui secara nasional. Sebelum aksi berakhir, salah seorang santriwati sempat pingsan sehingga harus digotong ke pos Satpol PP Kudus yang ada di kompleks Kantor Bupati Kudus.