Ratusan Pemudik di Pelabuhan Ferry Gorontalo Hampir Gagal Berangkat, Ini Penyebabnya
KMP Tuna Tomini, yang seharusnya berangkat menuju Ampana dan Wakai di Sulawesi Tengah, tiba-tiba mengalami masalah.
Ketegangan menyelimuti Pelabuhan Ferry Gorontalo saat KMP Tuna Tomini mengalami gangguan teknis yang bisa berdampak serius pada 117 penumpangnya. Namun, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo Ipda Reza Reyzaldy dan Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo Deni S.M. Abdul langsung terjun ke bawah kapal untuk mengatasi masalah tanpa menunggu bantuan.
Tali Tersangkut di Baling-Baling Kapal
Kapal yang dijadwalkan berangkat menuju Ampana dan Wakai, Sulawesi Tengah, mendadak menunjukkan gejala kerusakan. Suara mesin tidak stabil, dan pemeriksaan awal menunjukkan adanya benda asing pada baling-baling.
"Kami menerima laporan dari tim supervisi mengenai adanya anomali saat mesin diuji coba. Kami langsung melakukan pengecekan manual dan menemukan tali yang tersangkut di baling-baling kapal," jelas Ipda Reza, Sabtu (5/4).
Terjun Langsung ke Air, Gunakan Alat Seadanya
Tanpa menunggu tim penyelamat, Ipda Reza dan Deni meminjam perlengkapan selam dari Oceana Resort dan langsung turun ke laut. Dengan hanya gergaji dan pisau selam, mereka berjuang di arus kuat dan air keruh untuk menyelamatkan pelayaran.
"Ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan. Kami menyadari bahwa kapal ini mengangkut banyak nyawa, dan waktu sangatlah berharga," ujar Ipda Reza setelah naik dari penyelaman selama 45 menit.
Baling-Baling Normal, Penumpang Selamat
Upaya mereka membuahkan hasil. Tali berhasil dilepas dan baling-baling kembali normal. Penumpang bersorak lega saat mesin kapal stabil dan siap melanjutkan pelayaran.
"Alhamdulillah, masalah ini berhasil diatasi, dan kapal dapat melanjutkan pelayaran. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap masyarakat," ungkap Deni, Wasatpel yang ikut dalam aksi penyelamatan tersebut.
KMP Tuna Tomini akhirnya berangkat hanya dengan keterlambatan 45 menit. Tidak ada korban, tidak ada kepanikan—hanya dedikasi dan keberanian dua petugas yang memilih bertindak cepat demi keselamatan bersama.