Ratusan Kepala Keluarga Mengungsi Pascapenyerangan di Sigi
Ratusan kepala keluarga memilih mengungsi pascaserangan terhadap warga Desa Lembantongoa, Sigi. Penyerangan diduga dilakukan kelompok MIT.
Ratusan kepala keluarga memilih mengungsi pascaserangan terhadap warga Desa Lembantongoa, Sigi. Penyerangan diduga dilakukan kelompok MIT.
Kepala Desa Lembantongoa, Deki Basalulu menuturkan, sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Lewono memilih mengungsi usai pembunuhan empat warga oleh kelompok yang diduga anggota MIT pada Jumat (27/11).
Mereka masih takut berada di pemukiman dusun yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Jalan Poros Palolo-Napu. Apalagi untuk kembali berkebun.
"warga memilih mengungsi ke Dusun Tokelemo, empat kilometer dari lokasi kejadian, mayoritas mereka petani," Kades Lembantongoa, Deki Basalulu, mengungkapkan melalui telepon, Sabtu (28/11).
Deki mengatakan warga yang mengungsi membutuhkan bantuan logistik untuk bertahan hidup selama berkebun belum memungkinkan. Untuk kondisi darurat Pemerintah Desa Lembantongoa berinisiatif menyalurkan bantuan beras untuk para pengungsi.
"Kami masih cari solusi untuk warga yang mengungsi. Untuk kondisi darurat, kami ambil sikap menyalurkan 1 liter beras ke pengungsi," jelasnya.
Lokasi pembunuhan warga Dusun Lewono itu tergolong terpencil. Selain harus mendaki perbukitan, komunikasi seluler juga belum bisa dilakukan dari lokasi itu. Di sekitar lokasi itu juga terdapat kebun-kebun yang menjadi sumber hidup warga.
Reporter: Heri Susanto
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Mahfud MD Pastikan MIT Pelaku Pembantaian di Sigi, Sisa Kelompok Santoso
Buru Anggota MIT Bunuh Sekeluarga di Sigi, Satgas Tinombala Minta Kerja Sama Warga
Selain Bunuh Satu Keluarga dan Bakar Rumah, Kelompok MIT Juga Gasak Beras Warga
Ratusan Kepala Keluarga Mengungsi Pascapenyerangan di Sigi
Muhammadiyah Yakin Tragedi di Sigi Bukan Konflik Antar Umat Beragama
Kronologi Satu Keluarga di Sigi Dibunuh Anggota MIT
Anggota MIT Bunuh 1 Keluarga di Sigi, Menag Mengecam & Desak Polisi Tangkap Pelaku