LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ratusan Guru Bantu Daerah di Inhu belum terima gaji 3 bulan

Mereka terpaksa mencari pekerjaan sampingan buat memenuhi kebutuhan hidup.

2016-03-17 17:28:20
Pendidikan
Advertisement

Sebanyak 432 Guru Bantu Daerah (GBD) bertugas di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, mengaku belum digaji selama tiga bulan pada 2016. Alhasil, banyak dari mereka harus melakoni pekerjaan sampingan buat memenuhi kebutuhan hidup.

"Kami sudah tiga bulan belum terima bayaran," kata Ketua Forum Guru Bantu Daerah (GBD) Kabupaten Indragiri Hulu, R. Muhammad Ali Nafiah, di Rengat, Kamis (17/3).

Ali mengatakan, ratusan guru itu saat ini menderita akibat tidak memiliki duit buat membeli kebutuhan sehari-hari. Sedangkan uang gaji dijanjikan tak kunjung datang dan tanpa alasan jelas.

Menurut Ali, banyak guru bantu menjalankan tugasnya di daerah terpencil, jauh dari pusat kota, jika tidak mengantongi uang sangat berbahaya. Karena buat membeli kebutuhan rumah tangga hanya mengandalkan uang gaji setiap bulannya.

"Kami sangat membutuhkan gaji itu, berharap segera dicairkan oleh pemerintah," ujar Ali.

Menurut Ali, gaji guru bantu memang biasa dibayarkan per tiga bulan setiap awal tahun, setelah itu baru dibayarkan setiap bulan.

"Ada informasinya gaji bakal dikirim ke rekening masing-masing guru," ucap Ali, seperti dilansir dari Antara.

Saat ini, ujar Ali, sejumlah guru bantu mencari pekerjaan sampingan buat menyambung hidup seperti berjualan, kerja bangunan, bahkan bertani di ladang. Jika tidak, maka kocek mereka bakal kempes.

Mulyadi, guru bantu Provinsi Riau yang bertugas di daerah sulit Dusun Sadan, Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu, harus bekerja sampingan menderas getah karet.

"Setiap hari libur keluar dari dalam hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, tempat mengajar anak-anak Suku Talang Mamak," kata Mulyadi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu, Ujang Sudrajad mengatakan, beralasan terus berupaya supaya gaji guru non pegawai negeri sipil itu dapat segera dicairkan.

Gaji GBD masih terus diupayakan," kata Ujang.

Menurut Ujang, untuk 236 GBD kabupaten menerima gaji Rp 1,5 juta per bulan. Dari 236 GBD itu, ada 47 orang mengajar di daerah sulit. Namun, mereka mendapatkan tambahan tunjangan dana transportasi Rp 500 ribu per bulan. Berbeda dengan GBD lainnya yang hanya menerima tunjangan transportasi Rp 350 ribu.

"Gaji GBD disediakan oleh Pemerintah Provinsi Riau, tunjangan transpor dari kabupaten," ucap Ujang.

Baca juga:false
Digaji kecil, Guru TK di Gianyar nangis di depan Ketua DPRD
Gaji belum dibayar, banyak guru di pedalaman Riau nyambi pekerjaan
Untuk bisa sekolah, bocah kelas 1 SD di Gianyar jadi pembantu
Akhirnya pemerintah bangun jembatan di Lebak permudah anak sekolah
Potret kemiskinan, sekolah ini dibayar rengginang & pisang setandan

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.