Ratna Sarumpaet kerap konsumsi obat antibiotik
Ratna Sarumpaet kerap konsumsi obat antibiotik. Lanjut Umar, beberapa hari di tahanan, Ratna sering mengonsumsi obat antibiotik. Namun, Umar tak tahu buat apa obat antibiotik itu.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab menyebutkan pemeriksaan terhadap tersangka penyebaran informasi bohong Ratna Sarumpaet dilakukan wajar seperti tahanan pada umumnya. Namun, Umar enggan menjelaskan secara rinci.
"Semua kita periksa secara umum. (Apa saja?) Jangan dong, itu kan rahasia antara pasien dan dokter pemeriksa. Kita periksa berdasarkan permintaan penyidik, hasil juga kita serahkan ke penyidik, bukan konsumsi publik, dan kita hampir periksa semua tahanan rutin," kata Umar di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10).
"Umum, semua kita periksa. Setiap ada keluhan, atau tiga hari dalam seminggu kita kunjungan ke Rutan Polda. Semua kita lakukan sama," sambungnya.
Umar mengaku pemeriksaan Ratna berjalan baik dan hasilnya memuaskan. Lanjut Umar, beberapa hari di tahanan, Ratna sering mengonsumsi obat antibiotik. Namun, Umar tak tahu buat apa obat antibiotik itu.
"Ya obat kalau dia sakit perut. Ya namanya bekas luka kan harus dilakukan pemeriksaan. Habis luka itu daripada kena infeksi minum antibiotik, kalau sakit kasih obat antisakit," tuturnya.
Sebelumnya, Usai diperiksa 1x24 jam, Ratna Sarumpaet, resmi ditahan pihak Polda Metro Jaya. Penahanan dilakukan dengan pertimbangan subjektif penyidik. Agar Ratna tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.
Baca juga:
Amien Rais: Diperiksa 6 jam, separuhnya makan, salat dan ngobrol
Amien Rais dicecar 30 pertanyaan dan merasa dihormati penyidik polisi
Ratna Sarumpaet jalani pemeriksaan kesehatan
Diperiksa psikiater, Ratna Sarumpaet mengaku kondisinya sehat
Tiket pesawat ke Chile Ratna Sarumpaet senilai Rp 50 juta tak bisa di-refund
Ikut preskon Prabowo sebut Ratna dianiaya, alasan polisi panggil Amien Rais