LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rapatkan barisan, Kiai Kampung siap menangkan Gus Ipul - Puti

Digantinya Abdullah Azwar Anas dengan Puti Guntur Soekarno, tidak membuat Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) merubah pilihannya

2018-01-18 11:00:00
Pilgub Jatim
Advertisement

Digantinya Abdullah Azwar Anas dengan Puti Guntur Soekarno, tidak membuat Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) mengubah pilihannya. Forum kiai kampung ini memastikan tetap mendukung Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Koordinator FK3JT Fahrur Rozie (Gus Fahrur) menegaskan pihaknya tetap komitmen memenangkan Gus Ipul-Puti di Pemilihan Gubernur pada 27 Juni 2018 mendatang. Bahkan, ia menggambarkan Gus Ipul menjadi sosok yang justru beruntung dengan ditunjuknya cucu Bung Karno (Puti) menjadi pendampingnya.

"Istilahnya, Gus Ipul itu seperti 'kelangan sego sak lepek (Pak Anas), nemu sego sak wakul (Mbak Puti),"ujarnya. Artinya, Gus Ipul seperti orang yang kehilangan nasi se-lepek (piring kecil alas cangkir), malah menemukan nasi sebakul.

Advertisement

Kiai Kampung siap menangkan Gus Ipul - Puti ©2018 Merdeka.com

Advertisement

Gus Fahrur dilihat dari sisi profesionalitas, sosok Puti tidak diragukan lagi kapasitasnya. Seperti yang diketahui Puti sebelumnya adalah anggota Komisi X DPR Ri yang membidangi Pendidikan, Olahraga dan Sejarah.

"Saya juga mendengar Mbak Puti merupakan dosen tamu di perguruan tinggi di Jepang," ungkapnya.

Di samping itu, duet Gus Ipul-Puti ini ideal. Di satu sisi, Gus Ipul merupakan cicit dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH Bisri Syansuri. Adapun pendampingnya, Puti merupakan cucu dari Sang Proklamator RI Soekarno (Bung Karno).

"Ini yang membuat kami semakin militan, memenangkan keduanya," kata dia.

Saat ini, lanjut Gus Fahrur, forum kiai kampung juga sudah melakukan konsolidasi hingga ke daerah-daerah. Posko-posko pemenangan di tiap kabupaten pun telah mulai didirikan.

"Kalau bisa kami posko kami tidak gabung dengan partai, jadi kami bergerak di non-struktural," katanya.

(mdk/paw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.