LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rangkaian Ritual Tapa Pendem Mbah Supani, Dikubur Seperti Jenazah

Dalam ritual itu, Mbah Supani dikubur selama lima hari di dalam rumahnya. Kedalaman liang kubur sekira 3 meter. Panjangnya 2 meter dan lebarnya kurang lebih 1,5 meter.

2019-09-18 10:32:08
Ritual Ekstrem
Advertisement

Ritual tapa pendem alias topo ngeluwang yang dijalani Mbah Supani di Desa Bendar RT 3 RW 1 Kecamatan Juwana dilakukan setelah dia sembuh dari sakit stroke. Dalam ritual itu, Mbah Supani dikubur selama lima hari di dalam rumahnya. Kedalaman liang kubur sekira 3 meter. Panjangnya 2 meter dan lebarnya kurang lebih 1,5 meter.

Di liang kubur itu, sudah disediakan peti untuk tempat pertapaan. Di dalamnya disediakan pula bantal dari tanah, dan lubang untuk bernapas.

Menurut anak angkat Mbah Pani, Suyono mengaku topo pendem sudah menjadi tradisi setiap bulan suro. Pertapaan yang dilakukan Mbah Supani ini sudah yang kesepuluh atau terakhir. Dalam sembilan ritual sebelumnya, dia dikubur selama tiga hari di sebuah liang lahat.

Advertisement

"Karena ini yang terakhir, nanti tidak cuma tiga hari, tapi lima hari. Mbah Pani sendiri, informasi masuk liang lahat Senin 16 September 2019 usai Magrib," terang Suyono.

Suyono menjelaskan ritual topo pendem dilakukan Mbah Pani dengan menguburkan diri di dalam tanah yang diberi lubang untuk pernapasan. Prosedur pelaksanaan ritual ini tidak pernah berubah sejak dulu. Ada kain mori dan perlengkapan penguburan jenazah.

"Topo pendem seperti ini sudah dilakukan beliau sebanyak sembilan kali, hari ini pelaksanaan ke-10 kali," jelasnya.

Advertisement

Topo pendem yang kesembilan dilakukan Mbah Pani di tahun 2001. Sebelumnya setiap tahun dilakukan, dua ritual yang dilaksanakan di Desa Ketip, Kecamatan Juwana.

"Beberapa waktu setelah ritual ke-9, beliau sempat sakit stroke. Jadi ritual penutup baru bisa dilaksanakan hari ini," ujarnya.

Dalam topo pendem, Mbah Pani diperlakukan hampir sama seperti jenazah yang akan dikubur. Ia dikafani. Disediakan pula aneka kelengkapan pemulasaraan jenazah, antara lain bebungaan. Hanya saja, tidak ada prosesi azan supaya tidak sepenuhnya seperti prosesi penguburan jenazah.

"Tapi tidak diazani. Karena menurut pesan dari Pak Pani, kalau azan itu ritual pelaksanaan orang meninggal dunia," ungkapnya.

Ketika prosesi ritual mulai dilaksanakan, hanya pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat yang diperkenankan masuk rumah. Pintu dikunci dari dalam. Ketika para tetangga berusaha masuk tidak diperbolehkan.

"Hanya keluarga saja yang boleh masuk. Sebab ritual ini prosesi sakral," jelas Suyono.

Baca juga:
Modus Praktik Paranormal, Jumiati Kuras Empat ATM Korban
Cerita Tragis 6 Kota Mati, dari Diguncang Ledakan Nuklir hingga Ditelan Lava
Dukun Cirebon Adu Kekuatan di Pemilu 2019
Hand of Glory, Sepotong Tangan Keramat Koleksi Museum di Inggris
6 Bentuk Jimat yang Sering Dipakai Orang Indonesia
Pencari pakan ternak hilang misterius

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.