LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ramai di Medsos, Polri Cek Kabar WNI Disandera Teroris Abu Sayyaf

Polri merespons kabar yang beredar di media sosial (medsos) terkait penyanderaan warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di perairan lepas pantai Pulau Gaya, Malaysia.

2019-01-05 15:49:00
WNI disandera Abu Sayyaf
Advertisement

Polri merespons kabar yang beredar di media sosial (medsos) terkait penyanderaan warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di perairan lepas pantai Pulau Gaya, Malaysia.

Informasi penyanderaan WNI oleh kelompok teroris itu ramai diperbincangkan setelah beredarnya cuplikan video di medsos.

"Sedang dicek dulu info tersebut (penyanderaan WNI)," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Advertisement

Dedi menyebut, penelusuran informasi itu beriringan dengan upaya Pemerintah Indonesia dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri serta otoritas Filipina.

"Tunggu informasi juga dari Kemenlu dan pihak Filipina," ucapnya.

Selain itu, tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga ikut menelusuri informasi dan konten video yang beredar di media sosial. "Termasuk tim cyber sedang cek keaslian konten video tersebut," tutur Dedi.

Advertisement

Video yang memperlihatkan seseorang diduga korban sandera menangis minta tolong dari dalam lubang tanah. Diduga pria tersebut adalah WNI bernama Samsul Sangunim yang merupakan awak kapal pencari ikan.

Samsul diculik kelompok Abu Sayyaf dari perairan Pulau Gaya, Malaysia sejak 11 September 2018.

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
1 WNI yang Disandera Kelompok Bersenjata Filipina Berhasil Dibebaskan
Abu Sayyaf ancam kembali culik pelaut, KJRI Tawau peringatkan WNI
Penculik dua nelayan WNI di Sabah minta tebusan Rp 14,4 miliar
Keluarga sempat marah pada pemerintah karena WNI sandera Abu Sayyaf lama dibebaskan
Ini alasan pemerintah Indonesia lama bebaskan sandera dari Abu Sayyaf
Motif kelompok Abu Sayyaf culik nelayan Indonesia di Sabah murni minta uang tebusan

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.