Ramadan hingga H-7 Lebaran, 26 warga Sumsel tewas akibat kecelakaan
Ramadan hingga H-7 Lebaran, 26 warga Sumsel tewas akibat kecelakaan. Sampai 17 Juni 2017 ada 50 lakalantas di seluruh wilayah Sumsel. Kecelakaan itu menyebabkan 19 korban luka ringan, 31 luka berat, dan 26 korban meninggal. Sedangkan bulan lalu tercatat 94 kejadian, 47 luka dan 34 korban meninggal.
Selama Ramadan, angka kecelakaan lalulintas di wilayah Sumatera Selatan cenderung masih tinggi. Hingga H-7 lebaran, tercatat 26 korban meninggal akibat kecelakaan.
Direktur Lalulintas Polda Sumsel Kombes Pol Raden Slamet Santoso mengungkapkan, sampai 17 Juni 2017 ada 50 lakalantas di seluruh wilayah Sumsel. Kecelakaan itu menyebabkan 19 korban luka ringan, 31 luka berat, dan 26 korban meninggal. Sedangkan bulan lalu tercatat 94 kejadian, 47 luka dan 34 korban meninggal.
"Angka lakalantas di Sumsel masih tinggi, sampai hari ini saja di bulan Juni ada 26 korban meninggal," ungkap Raden, Minggu (18/6).
Dikatakannya, mayoritas korban adalah pengendara sepeda motor. Penyebabnya mayoritas karena tidak menguasai kendaraan, kecapekan, mengantuk, dan bermaksud mendahului.
"Daerah terbanyak masih berada di Palembang, disusul Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Banyuasin," ujarnya.
Dia mengimbau pengendara lebih mengutamakan keamanan dan keselamatan selama mudik lebaran nanti. Pihaknya juga melarang pemudik menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh lebih dari dua jam.
"Hindari titik kemacetan, kecelakaan, dan delapan titik pasar tumpah. Segera hubungi petugas kepolisian yang berjaga jika terjadi sesuatu yang membahayakan," pungkasnya.(mdk/pan)