Rais Aam minta Nusron tak asal klaim warga NU bakal pilih Ahok
Rais Aam minta Nusron tak asal klaim warga NU bakal pilih Ahok. Maruf Amin menegaskan PBNU belum ada sikap resmi soal dukungan terhadap cagub-wagub di Pilgub DKI. Hal ini diungkapkannya terkait pernyataan Ketua tim pemenangan Ahok, Nusron Wahid, bahwa warga NU di Jakarta lebih memilih Ahok dibandingkan calon lain.
Rais Aam PBNU Maruf Amin menegaskan PBNU belum ada sikap resmi soal dukungan terhadap pasangan cagub-wagub di Pilgub DKI. Hal ini diungkapkannya terkait pernyataan Ketua tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang juga salah satu ketua PBNU, Nusron Wahid, bahwa warga NU di Jakarta lebih memilih Ahok dibandingkan bakal calon gubernur lain.
"Tidak benar kalau ada yang bilang PBNU mendukung salah satu calon. Jadi jangan asal mengklaim didukung nahdliyin," kata Maruf Amin, Jumat (23/9).
Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini mengakui memang ada beberapa calon kepala daerah yang meminta restu kepada PBNU. Namun demikian bukan berarti organisasi Islam terbesar di Indonesia itu otomatis memberi dukungan.
Menurutnya, PBNU memiliki kriteria dalam memilih pemimpin. Sikap NU dalam memilih pemimpin non-muslim, mengacu pada hasil Muktamar 1999 di Lirboyo Kediri.
Saat itu, ulama merumuskan salah satu syarat dibolehkannya memilih pemimpin non-muslim, adalah jika tidak adanya calon pemimpin muslim yang adil. Hukum kemudian menjadi dhorurot, memilih non-muslim karena paksaan keadaan maka dibolehkan.
"Yang menjadi kriteria pemimpin adalah yang muslim jujur dan adil. Kalau tidak ada maka dibolehkan memilih pemimpin non-muslim asalkan memiliki sifat jujur dan adil," jelasnya.
Baca juga:
Djarot pastikan tim pemenangan Ahok-Djarot dikendalikan PDIP
Ketua KPU DKI sebut sudah terima formulir visi misi Ahok-Djarot
Dituding lakukan pergerakan, Sylvi malah puji Ahok setinggi langit
Ahok ogah tanggapi keluarnya Boy Sadikin dari PDIP
Cari dana, Ahok minta dibayar kalau jadi pembicara