Rahasia Bupati Badung bisa tuntaskan janji politik dalam 2 tahun
Rahasia Bupati Badung bisa tuntaskan janji politik dalam 2 tahun. Giri menjabarkan, janji politik yang sudah tunai itu ada 5 bidang, yakni pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan. Khusus bidang pendidikan, kata Giri, sekolah di Badung dibebaskan dari segala bentuk iuran.
Tidak butuh waktu satu periode masa jabatan bagi I Nyoman Giri Prasta untuk menuntaskan janji politiknya. Setelah dilantik sebagai Bupati Badung pada 2016, kader PDI Perjuangan ini sudah melunasi janjinya di tahun kedua.
"Tidak lebih 2 tahun, kami sudah bisa memenuhi janji politik," kata Giri dalam workshop 'Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat' yang juga menghadirkan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Bupati Semarang Mundjirin dan Wabup Trenggalek Mochamad Nur Arifin di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakpus, Senin (9/7).
Giri menjabarkan, janji politik yang sudah tunai itu ada 5 bidang, yakni pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan. Khusus bidang pendidikan, kata Giri, sekolah di Badung dibebaskan dari segala bentuk iuran.
"Memang APBD minimal 25 persen harus untuk pendidikan. Namun di sini bukan soal berapa banyak anggaran, tetapi bagaimana kita mencetak anak-anak berkualitas," ujarnya.
Dalam bidang kesehatan, kata Giri, Pemkab Badung juga tidak hanya menggratiskan biaya pengobatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Tetapi juga memberi bantuan kepada penunggu pasien.
"Misalnya kepala keluarganya sakit, istrinya yang biasa jaga warung menunggu di rumah sakit, kan tidak ada pemasukan. Maka dari itu, kita kasih Rp 200 ribu per hari," jelas Giri.
Dia melanjutkan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Badung pun sudah digratiskan. "Dalam bidang IT dan Teknologi, pada November 2018 satu kawasan kabupaten utara sampai selatan sudah wifi gratis," ujarnya.
Giri menjelaskan, sukses pembangunan yang dilakukan tidak lepas dari penggemblengan Sekolah Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan. Sebelumnya, dia juga sudah pernah mengikuti pendidikan kader di semua jenjang di PDI Perjuangan, yakni pratama, madya dan utama.
"Dengan pendidikan kader ini, kita bisa memahami arah pemikiran Bung Karno dengan konsep Pancasila 1 Juni 1945," ujarnya.
Giri mengatakan, jika semua kepala daerah menjalankan pembangunan dengan konsep Pancasila 1 Juni, maka semua janji politik bisa dan mudah dituntaskan. "Kami sudah melakukannya," kata Giri.
Baca juga:
Jadi kepala daerah termuda, Wabup Trenggalek tak mau terjerat korupsi
Cerita Bupati Kulon Progo hanya mau ikut Pilkada kalau diusung PDIP
Cerita Bupati Jember susun program kerakyatan usai ikut sekolah PDIP
Puan Maharani akui Cawapres Jokowi sudah ada, tinggal dimatangkan
Merasa tak etis, Tjahjo Kumolo ogah jadi Caleg di Pemilu 2019
Cerita Winarti, dari sekretaris ranting PDIP jadi Bupati Tulang Bawang