PVBMG Duga Dentuman Keras Berasal dari Anak Gunung Krakatau
Masyarakat pesisir sekitaran Pantai Selat Sunda kembali mendengarkan suara dentuman cukup keras. Dentuman dahsyat itu diduga berasal dari Anak Gunung Krakatau.
Masyarakat pesisir sekitaran Pantai Selat Sunda kembali mendengarkan suara dentuman cukup keras. Dentuman dahsyat itu diduga berasal dari Anak Gunung Krakatau.
Kasubdit Mitigasi Bencana Geologi wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, Kristianto mengatakan, Anak Gunung Krakatau kembali meletus berdasarkan pengamatan dari pukul 00.00-06.00 WIB, Rabu (26/12).
Letusan yang mengeluarkan suara sangat keras ini sampai terdengar ke telinga masyarakat yang berada di wilayah Anyer dan sekitarnya. "Suara dentuman terdengar hingga Pos PGA," kata Kristianto dalam keterangan, Rabu (26/12).
Selain itu, cuaca di sekitarn Anak Gunung Krakatau secara meteorologi cenderung mendung, hujan disertai angin berembus sedang hingga kencang ke arah timur.
"Suhu udara 24-24 °C dan kelembaban udara 94-98 %. Volume curah hujan tidak tercatat," ujarnya.
Selain mendung dan hujan, kabut pun menutupi Anak Gunung Krakatau. Sehingga membuat petugas PVMBG merasa kesulitan dan tak dapat melakukan pengamatan asap vulkanis dari kawah gunung.
Bukan hanya itu saja, Gunung Anak Krakatau juga mengalami kegempaan tremor menerus atau microtremor dengan kekuatan 10-30 mm.
"Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah," pungkasnya.
Baca juga:
Usai Tsunami, Anak Krakatau Masih Sering Keluarkan Dentuman
Gunung Anak Krakatau Bertambah Tinggi 4 sampai 6 meter Setiap Tahun
Enam Tahun Lalu Buku Ini Sudah Prediksi Anak Krakatau Bisa Picu Tsunami Selat Sunda
Aktivitas Anak Krakatau Tinggi, Pelayaran di Selat Sunda Tak Terganggu
Jelang Tsunami, Seismograf di Pulau Anak Krakatau Sempat Rusak