Putri Anwar Ibrahim minta Indonesia bantu soal kebebasan berpendapat
Malaysia dinilainya masih kurang dalam perlindungan Hak Asasi Manusia.
Putri Ketua Partai Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, Nurul Iman meminta, segenap pemimpin negara dan aktivis kemanusiaan menjadikan ASEAN sebagai wadah solidaritas bersama atas situasi ketidakadilan dan pembatasan berpendapat yang dihadapi rakyat negeri jiran itu.
"Saya rasa pada ujung bulan ini Presiden Jokowi dan para petinggi negeri akan menggelar konferensi ASEAN. Malaysia menjadi tuan rumah. Istimewanya, ASEAN harus menjadi komunitas bersama," kata Nurul Iman di kantor Kontras, Jalan Borobudur nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4).
Menurutnya, seluruh masyarakat ASEAN berhadapan dengan persoalan manusia. Dia mengambil contoh TKI yang tidak mendapat perlindungan, mendapat ketidakadilan di negara yang mempekerjakannya.
Hal yang sama menurutnya dialami negerinya di mana aktivis kemanusiaan dicekal oleh pasal penghasutan yang tidak boleh memberikan kritik pada pemerintah. Oleh karena itu, dia meminta semua aktivis kemanusiaan, menjadikan konferensi ASEAN sebagai solidaritas bersama, di luar masalah ekonomi yang nantinya dibicarakan dalam pertemuan itu.
"Seluruh masyarakat ASEAN berhadapan dengan persoalan kemanusiaan. Masyarakat RI juga alami krisis manusia melalui pengalaman TKI. Tidak ada perlindungan yang cukup. Ini ada kekurangan. Oleh karena itu, aktivis se-ASEAN mesti kerja sama bicarakan masalah ini," terang dia.
Lebih jauh, dia mengungkapkan dari pengalaman dan situasi di negerinya, kebebasan berpendapat itu penting diwujudkan. Dia sendiri meminta rakyat Indonesia terus melanjutkan dan mengedepankan kebebasan dalam HAM.
"Mujur Minggu ini saya baca situasi di Indonesia ada kebebasan di sini. Indonesia adalah salah satu negara paling maju dan bebas dalam HAM. Harap Indonesia lanjutkan dan pimpin dan terus berjuang bagi Malaysia untuk kebebasan," pungkas dia.(mdk/efd)